Okebaik- Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Pulau Taliabu, Surati Kene diduga menggunanakan Ijazah Strata 1 (S1) palsu.
Isu pemakaian Ijazah S1 palsu yang melilit istri Wakil Bupati Pulau Taliabu La Ode Yasir itu, viral di media sosial group Taliabu Community.
Untuk memastikan status Surati, sebagai yang dirilis maluttv.com, pengguna media sosial kemudian menelusuri Biodata Mahasiswa melalui aplikasi pangakalan data Pendidikan Tinggi (Dikti).
Berdasarkan pencarian, status kemahasiswaan Surati Kene muncul di tiga nama Perguruan Tinggi Indonesia, masing-masing Akademi Akuntansi YAI Jakarta. Namanya terdaftar pada tanggal 8 September 2003 dengan Nomor Induk Mahasiswa (NIM): 203330006.
Meski namanya terdaftar di Perguruan Tinggi tersebut, namun Yati panggilan akrab Surati gagal meraih ijazah S1. Hal ini bisa dilihat dengan status terakhir kemahasiswaanya tahun 2019/2020 (Ganjil) yaitu dikeluarkan (DO).
Nama Surati Kene juga tercatat di Universitas Terbuka (UT). Pada tanggal 26 September 2007, Yati masuk di UT dengan NIM 014919882 Program Studi Ilmu Pemerintahan.
Lagi-lagi pada tahun 2024/2025 (Ganjil) status terakhir kemahasiswaannya: Non Aktif alias tidak selesai sebagai peserta didik baru di Perguruan Tinggi ini.
Tanggal 1 September 2020 Surati masuk Universitas Khairun Ternate untuk meraih Magister. Dua tahun kuliah, Istri Wakil Bupati Pulau Taliabu ini berhasil menggapai cita-citanya sebagai Magister Ilmu Ekonomi.
Publik kemudian bertanya-tanya, jika status kemahasiswaannya di jenjang Strata 1 (satu) di Akademi Akuntanai YAI Jakarta dan Universitas Terbuka tidak tuntas, lantas dari mana Ijazah S1 yang diperoleh Surati Kene untuk melanjutkan pendidikan S2 nya di Unkhair Ternate.
Apalagi ada dugaan kuat, dokumen Akademik S1 tersebut digunakan yang bersangkutan untuk penyesuaian golongan/kepangkatan demi meraih jabatan strategis di pemerintahan daerah Pulau Taliabu. Uniknya lagi, saat melanjutkan study S2 di Ternate, Yati dan teman-teman ASN Taliabu ditengarai menggunakan beasiswa dari APBD.
Untuk menjawab tudingan publik tersebut, media ini kemudian menghubungi Kepala BKPSDM Pulau Taliabu, Surati Kene via Whats App. Sayangnya, hingga berita ini dimuat upaya konfirmasi tersebut tidak digubris Surati. (mtv)










Tinggalkan Balasan