Okebaik- Dalam upaya mewujudkan sektor pariwisata yang berdaya saing dan berkelanjutan, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Kabupaten Halmahera Tengah terus berupaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia pengelola wisata.
Kali ini, langkah strategis dilakukan dengan mengirimkan anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kleily mengikuti pelatihan manajemen pengelola wisata yang berlangsung di Bali.
Kegiatan yang dilaksanakan oleh Bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ini berlangsung selama 8 hari dan diikuti oleh 11 peserta yang berasal dari Desa Kotalo, Kecamatan Weda Timur.
Pelatihan ini dirancang khusus untuk membekali para peserta dengan berbagai kompetensi penting dalam pengelolaan destinasi wisata. Materi yang diberikan mencakup Pengembangan Produk Wisata & Storytelling, Standar Pelayanan Prima (Service Excellence), Strategi Pemasaran Digital & Branding, hingga Manajemen Keuangan, Operasional, serta pengelolaan kelembagaan Pokdarwis.
Tidak hanya teori di dalam kelas, para peserta juga mendapatkan pengalaman berharga melalui studi lapangan dan studi banding ke sejumlah destinasi wisata unggulan di Bali. Beberapa lokasi yang dikunjungi antara lain Pantai Kuta, Tanah Lot, Desa Wisata Penglipuran, Pantai Pandawa, Tanjung Benoa, hingga Restoran Grand Puncak Sari Kintamani. Kunjungan ini bertujuan untuk memberikan wawasan praktis mengenai pengelolaan objek wisata yang profesional dan sudah teruji keberhasilannya.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Halmahera Tengah, Salmun Saha, melalui Kepala Bidang Pengembangan Sumberdaya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Muchlis Chalid Botutu, S.AP, menyampaikan arahan penting kepada seluruh peserta. Salmun Saha menekankan, agar para peserta dapat memanfaatkan momen ini sebaik mungkin untuk belajar dan menyerap berbagai ilmu baru.
“Kepada seluruh peserta, saya minta untuk serius mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Jadikan pelatihan dan studi banding ini sebagai sarana untuk memperluas wawasan dan menimba ilmu dari pengelola wisata yang sudah maju. Ilmu dan pengalaman ini nantinya harus dibawa pulang dan diimplementasikan di daerah masing-masing,” tegas Salmun Saha.
Lebih lanjut, Salmun Saha berharap apa yang dipelajari di Bali dapat menjadi acuan dalam mengembangkan potensi wisata lokal, khususnya di Desa Kotalo, agar mampu bersaing dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.
“Kita ingin pariwisata di Halmahera Tengah tidak hanya sekadar ada, tapi dikelola secara profesional, memiliki daya tarik tersendiri, dan tentu saja memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat luas,” tambahnya.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap para peserta dapat mengaplikasikan ilmu dan pengalaman yang diperoleh, khususnya dalam mengembangkan potensi wisata di Desa Kotalo dan sekitarnya,” ujar Muchlis.
Dengan peningkatan kapasitas dan kompetensi para pengelola wisata ini, diharapkan sektor pariwisata di Kabupaten Halmahera Tengah dapat berkembang lebih optimal. Selain itu, keberadaan destinasi wisata yang dikelola secara profesional diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi yang positif dan kesejahteraan bagi masyarakat local. (ren)










Tinggalkan Balasan