Okebaik- Universitas Khairun (Unkhair) Ternate, melalui Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), melakukan pertemuan dengan Sekretaris Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (PRL) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Dr. Kusdiantoro, S.Pi., M.Sc, Selasa (05/11/2024).
Pertemuan ini bertujuan untuk menggali potensi pengelolaan ruang laut. Hadir dalam pertemuam itu Dekan FPIK Universitas Khairun Dr. Riyadi Subur, S.Pi., M.Si, Project Leader Small Island Conservation (SiC) Indonesia Dr. Tamrin Ali Ibrahim, S.Pi., M.Si., dan Manajer Kampanye JaPELA (Jaringan Pesisir dan Laut) Indonesia, Taufiq Abdullah, S.Pi., M.Si.
Dr. Kusdiantoro dalam pertemuan itu, menekankan pentingnya pengelolaan ruang laut yang komprehensif dan terintegrasi.
“Pengelolaan ruang laut tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan keterlibatan aktif masyarakat dan semua pemangku kepentingan. Melalui kolaborasi yang baik, kita dapat menciptakan ekosistem yang seimbang dan berkelanjutan,” ungkapnya.
“Ini menjadi komitmen KKP untuk memastikan, semua kegiatan di wilayah pesisir dan laut dilakukan dengan memperhatikan keberlanjutan lingkungan,” tandasnya.
Sementara Dekan FPIK Universitas Khairun, Dr. Riyadi Subur mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada KKP dan mitra kerja yang telah berupaya keras dalam pengelolaan ruang laut.
Ia menekankan keberlanjutan pengelolaan ruang laut sangat krusial, terutama bagi sektor perikanan dan kelautan di Maluku Utara yang dikenal kaya akan sumber daya hayati.
“Pengelolaan ruang laut harus menjadi perhatian serius di tingkat lokal. Kita harus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian laut, agar sumber daya ini dapat dimanfaatkan secara bijak oleh generasi mendatang,” tuturnya.

Ia berharap, dengan kerjasama antara akademisi, pemerintah, dan organisasi non-pemerintah, harapannya adalah terciptanya strategi yang efektif untuk pengelolaan ruang laut, yang pada akhirnya akan memberikan manfaat maksimal bagi seluruh masyarakat pesisir.
Sementara Project Leader Small Island Conservation (SiC) Indonesia, Dr. Tamrin Ali Ibrahim, turut memberikan pandangannya mengenai pentingnya kolaborasi dalam pengelolaan ruang laut.
Menurut mantan jendral Pemuda Maluku Utara itu, pengelolaan ruang laut yang efektif membutuhkan partisipasi aktif dari semua pihak, termasuk masyarakat lokal, pemerintah, dan organisasi non-pemerintah.
“Tanpa keterlibatan semua elemen ini, upaya yang dilakukan tidak akan mencapai hasil yang optimal,” ucapnya.
Dr. Tamrin, yang juga mantan Leader Sea-Project USAID-WCS menambahkan, pendekatan berbasis masyarakat harus menjadi fokus utama dalam setiap program pengelolaan.
“Masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir memiliki pengetahuan lokal yang sangat berharga. Dengan memberdayakan mereka, kita tidak hanya menjaga keberlanjutan sumber daya kelautan tetapi juga meningkatkan kesejahteraan ekonomi mereka,” jelasnya. “Pendapat ini menggarisbawahi pentingnya sinergi antara berbagai pemangku kepentingan untuk mencapai tujuan bersama dalam menjaga ekosistem laut yang berkelanjutan,” tandas Thamrin.
Sebagai penutup, pertemuan antara Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut KKP dan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Khairun ini menunjukkan komitmen bersama dalam pengelolaan ruang laut yang berkelanjutan.
Dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk masyarakat lokal dan organisasi non-pemerintah, diharapkan tercipta sinergi yang kuat untuk menjaga ekosistem laut yang kaya dan beragam.
Upaya ini diharapkan tidak hanya mampu melindungi sumber daya hayati, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Melalui langkah-langkah kolaboratif dan berbasis masyarakat, pengelolaan ruang laut dapat menjadi lebih efektif dan berdampak positif bagi keberlanjutan sumber daya kelautan di Indonesia, khususnya di Maluku Utara. ***










Tinggalkan Balasan