Okebaik- Dinas Kesehatan Kabupaten Pulau Taliabu, Provinsi Maluku Utara (Malut), menggelar sosialisasi Perencanaan Advokasi dan kesiapan pelaksanaan Pelayanan Kesehatan Bergerak (PKB)  tahun 2024.

Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Desa Kilong, Senin (07/10/2024).

Kepala Dinas Kesehatan, Kuraisia Marsaoly dalam sambutannya mengatakan, PKB merupakan pelayanan kesehatan yang dilakukan dalam rangka meningkatkan akses dan ketersediaan pelayanan kesehatan di daerah terpencil dan sangat terpencil.

“Kita menjemput bola sesuai Peraturan Menteri Kesehatan nomor 90 tahun 2005 tentang penyelenggaraan pelayanan kesehatan difasilitas pelayanan kesehatan kawasan terpencil,” ungkapnya.

PKB ini memiliki beberapa kegiatan yang terdiri dari pengobatan dasar, pelayanan spesialistik, screening penyakit tidak menular, penyebaran informasi kesehatan dan tranfer doketr spesialis pada masyarakat di daerah terpencil dan sangat terpencil, perbatasan dan kepulauan yang ada di Kecamatan Taliabu Selatan.

“Pelayan kesehatan bergerak dilakukan sesuai standar, yaitu minimal 4 kali pada tahun berjalan guna menjamin kontinuitas pelayanan kesehatan yang diberikan,” jelas Kuraisia.

“Pelayanan kesehatan bergerak dapat mendukung pencapaian standar pelayanan minimal sehingga seluruh masyarakat sasaran dapat memperoleh pelayanan dasar sesuai yang di amanahkan dalam undang undang,” sambungnya.

Adapun lingkup pelayanan, lanjut Kuraisia, meliputi pelayanan kesehatan dasar, pelayanan kesehatan rujukan, pelayanan kesehatan spesialistik serta pelayanan kesehatan lainnya.

Lewat kegiatan ini, Kuraisia berharap semuanya yang hadir dapat berkomitmen dan bersinergi dalam mendukung pelaksanaan kegiatan pelayanan kesehatan beregerak dan berperan aktif terutama lintas sektor, mulai Dinas PMD, para camat dan kepala desa.

“Selain itu kepala Puskesmas diharapkan dapat melanjutkan kegiatan seperti ini dimasing masing puskesmas, pustu dan posyandu di wilayahnya dengan melakukan pelayanan untuk meningkatkan mutu layanan sesuai pentunjuk teknis dari kementrian kesehatan,” tandas Kuraisia. (sin)