Okebaik- Penjabat Bupati Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara (Malut), Bahri Sudirman melakukan kunjungan kerja di Kecamatan Patani.

Kedatangannya di Patani, didampingi Penjabat Sekretaris Daerah, Moh Fitra dan sejumlah OPD.

Kunker dilakukan selama dua hari, Sabtu-Minggu (05-06/10/2024). Hari pertama, Pj Bupati dan rombongan menghadiri acara Fantene di Desa Kipai dan selanjutnya melakukan tatap muka dengan masyarakat di Desa Yeisowo dan Baka Jaya.

Acara Fantene merupakan budaya yang dilaksanakan oleh masyarakat di Halmahera Tengah dalam rangka memperingati hari Maulid Nabi Muhammad SAW. Tradisi ini dilakukan dengan berzikir dan iringan shalawat semalam.

Sementara pertemuan dengan masyarakat dua desa yang bertempat di Kantor Desa Baka Jaya, itu selain menyerap aspirasi warga Penjabat Bupati juga melakukan silaturahmi dengan warga.

Dalam sambutannya Penjabat Bupati menyampaikan, kunker ini tidak hanya mendengar apa yang diinginkan masyarakat, tapi ada jalinan silaturrahmi antara pemerintah dan masyarakat.

“Jadi acara tatap muka ini juga bagian dari kita melakukan silaturahmi,” ucapnya.

Ia meminta masyarakat jangan malu-malu menyampaikan keluhan. Sebab, sebagai Penjabat Bupati juga bagian dari keluarga Patani, sehingga tidak ada sekat untuk masyarakat dengan pemerintah.

“Hal-hal yang sangat penting langsung sampaikan, jadi kalau malu sampaikan di kantor, boleh langsung di rumah, saya selalu terbuka,” katanya.

Tatap muka itu ada beberapa usulan yang disampaikan masyarakat dan pemerintah dua desa tersebut, diantaranya jalan, talud dan lain-lain. Usulan masyarakat ini, lanjut Bahri, akan ditindaklanjuti.

“Kita akomodir, tetapi nanti kita akan masukan dalam APBD Induk tahun berikut, karena anggaran perubahan saat ini sudah close,” ungkapnya.

Sementara itu, Pj Sekda Moh Fitra U Ali menyampaikan, Pemerintah mempunyai tanggungjawab sejahterakan masyarakat.

“Untuk itu usulan dari masyakat dua desa ini akan ditidaklanjut,” katanya.

Fitra juga mengatakan, langkah Pj Bupati bertatap muka dengan masyarakat Bakajaya langsung membuka ruang dialog untuk mendengarkan aspirasi masyarakat.

“Pak bupati luar biasa, karena baru tatap muka perdana tapi sudah buka ruang diskusi untuk menyerap aspirasi masyarakat,” tutupnya. (ren)