Okebaik- Setelah 7 bulan lebih pergi meninggalkan Kota Bobong dan hidup enak di Jakarta, Bupati Taliabu, Sashabila Mus akhirnya pulang ke Pulau Taliabu.
Kepulangan bupati termuda ini lantaran mendampingi kunjungan kerja Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kemendagri, Akmal Malik ke Bobong.
Publik menduga kehadiran bupati bersama Dirjen Polpum ini hanya alibi semasata Sashabila Mus untuk menutupi kesalahannya selama 7 bulan meninggalkan rakyatnya. Apalagi, selama berada di Jakarta, Sashabila tidak membawa dampak positif terhadap kemajuan pembangunan di Pulau Taliabu.
“Bupati harus hadir bersama dengan Dirjen agar tidak mendapat sorotan. Selain itu, kehadiran bupati bersama Dirjen tersebut adalah untuk menutupi kesalahannya kepada masyarakat Taliabu,” tuding Koordinator Front Pemuda Taliabu, Lifinus Setu.
Anehnya, sejumlah pihak bahkan meminta agar keberadaan bupati di luar daerah tersebut tidak perlu dipersoalkan. Mereka mengklaim bahwa meski lama berada di luar daerah namun berbagai program tetap terlaksana dengan baik.
Seperti pembangunan Jembatan Kasango-Beringin oleh Kementerian PUPR, dan Realisasi program Taliabu Terang. Padahal, pembangunan Jembatan penghubung antara dua Desa tersebut bukan murni perjuangannya melainkan diperjuangkan oleh Anggota DPR – RI Dapil Malut, Irine Yusiana Roba Putri.
Selain itu, realisasi program Taliabu Terang khususnya di Bagian Taliabu Selatan juga diklaim sebagai keberhasilan Pemda Taliabu. Namun, program tersebut dijanjikan terwujud dalam 100 hari kerja. Program ini merupakan, program nasional yang bertajuk “Program Indonesia Terang”.
Program ini, kata Lifinus, bukan murni perjuangan Bupati, karena bupati bersama sejumlah pimpinan OPD hanya mengunjungi kantor PLN UP3 Ternate. Sementara ada pihak lain yang langsung mendatangi Kantor Cabang dan bertemu langsung kepala Kantor cabang di Ambon, namun hal ini tidak pernah diakui oleh Pemda Taliabu.
Lifinus Setu bahkan mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada bupati karena telah melakukan kunjungan kerja (Kunker) di Taliabu bersama Dirjen Polpum setelah 7 berada di jakarta.
“Kami ucapkan terima kasih kepada Bupati dan pak Dirjen Polpum, atas kunjungan kerja di Kabupaten Pulau Taliabu,” sindir Lifinus Setu.
Dia juga menginformasikan kepada Dirjen Polpum bahwa, dari 10 kepala daerah di Malut hanya Bupati Pulau Taliabu, Sashabila Mus yang paling malas tinggal di Daerah. Hal ini perlu disampaikan ke Menteri dalam negeri untuk dilakukan evaluasi. Sebab, selama 10 bulan ia dilantik menjadi Bupati Taliabu, hanya kurang lebih 7 hari berada di Taliabu.
“Ini perlu diketahui oleh Mendagri, karena itu, kami masyarakat Taliabu titipkan informasi ini kepada pak dirjen untuk disampaikan ke Menteri dalam Negeri (Mendagri) untuk lakukan evaluasi dan berikan sanksi kepada bupati Taliabu,” tegasnya. (sin)










Tinggalkan Balasan