Okebaik- Sudah dua kali Bupati Pulau Taliabu, Sashabila Mus menginjakan kakinya di Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, sejak meninggalkan Kabupaten Pulau Taliabu 7 bulan lalu.

Mirisnya, meski sudah berada di wilayah Maluku Utara (Kota Ternate), salah satu bupati termuda ini tak kunjung kembali ke Bobong, Ibu Kota Kabupaten Pulau Taliabu.

Pemerhati hukum, Sarli Bantu menilai sikap Sashabila Mus yang memilih kembali ke Jakarta ketimbang ke Bobong, padahal sudah berada di Ternate merupakan bentuk pelecehan terhadap rakyat Taliabu.

Ia menduga Sashabila alergi terhadap daerah dan masyarakat Taliabu yang dipimpinnya.

“Saya duga, bupati alergi terhadap daerah dan masyarakat Taliabu sehingga bupati tak mau tinggal menetap di Taliabu. Jika bupati tak mau tinggal di Taliabu maka seharusnya bupati malu menggunakan APBD. Sebab, semua urusan hanya melalui online,” cecar Sarli.

“Bupati semestinya tidak menggunakan APBD karena Ia tidak tinggal di Taliabu, inikan bagian dari modus bupati untuk menikmati APBD tapi tidak untuk kegiatan yang berdampak terhadap daerah,” sambungnya.

Serli menuturkan, Sashabila Mus seharusnya malu terhadap masyarakat Taliabu yang telah memberi kepercayaan kepadanya untuk memimpin. Kata dia, masyarakat tidak melarang bupati untuk berangkat asalkan ingat untuk pulang.

“Bupati ini sangat aneh, mau jadi kepala daerah tapi tidak mau tinggal di daerah, ini Bupati Taliabu atau Bupati Jakarta,” cetusnya.

Alumni Magister Hukum Universitas Jayabaya Jakarta ini mengimbau Bupati agar segera kembali ke daerah untuk melihat langsung kondisi daerah yang pembangunannya tak berjalan ini. Dia menyarankan, agar perjalanan dinas bupati itu dialihkan ke program ril di daerah.

“Daripada APBD habis untuk perjadin bupati, anggaran itu dialihkan ke program yang nyata saja. Ini kita tidak tahu ketika dia pulang ke Taliabu nanti kira-kira berapa lama berada di daerah ini,” pungkasnya. (sin)