Okebaik- Visi misi Bupati dan Wakil Bupati Pulau Taliabu, Sashabila Widiya L Mus dan La Ode saat kampanye di Pilkada lalu, rupanya hanya janji manis semataa kepada masyarakat Pulau Taliabu.
Buktinya, sudah hampir setahun memimpin, janji-janji pasangan dengan tagline SAYA TALIABU itu, beum ada satupun yang terealisasi.
“Saya tidak bicara melajutkan, saya berbicara membenahi kerusakan yang sengaja di biarkan terjadi. Visi kami sangat jelas yaitu mewujudkan Kabupaten Pulau Taliabu sebagai kabupaten mandiri, unggul, damai dan adabtif yang maju di Maluku Utara,” tegas Sashabila Mus saat debat kandidat pada Pilkada lalu.
Sashabila Mus mengaku sudah mengunjungi 69 desa di Kabupaten Pulau Taliabu dan yang paling maju yaitu di Kota bobong dan Desa Tikong. Sementara masih banyak desa yang tertinggal.
“Perjalanan ini tidak hanya membuka mata kami, tapi membuka hati kami membuat hati kami semakin kuat. Kami harus menang, untuk mengatarkan kesejahtraaan yang sama rasa sama rata. Agar mimpi dan cita cita seluruh masyarakat Taliabu yang kami emban, yang kami pikul di bahu kami bisah di realisasikan tepat waktu,” janji Sashabila kala itu.
Janji-janji manis bupati termuda ini pun mendapat soroton dari masyarakat dan aktivis, Muflihun La Guna. Ia menyoroti kinerja Bupati Pulau Taliabu yang dinilai hanya janji manis saat kampanye.
Buruknya kondisi infrastruktur di wilayah Taliabu, terutama akses jalan dan transportasi yang hingga kini tidak kunjung mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah, lantaran bupati lebih memilih tinggal di Jakarata.
“Sudah lebih dari satu dekade sejak Taliabu dimekarkan, tapi akses jalan di Taliabu Selatan masih seperti dulu rusak parah dan nyaris tidak tersentuh pembangunan. Ini bukti nyata bahwa janji politik saat kampanye hanyalah omong kosong tanpa realisasi,” cecarnya.
“Kalau pemimpin hanya datang saat kampanye dan menghilang ketika rakyat butuh solusi, maka tidak ada bedanya dengan pengkhianatan terhadap amanah rakyat,” tutup Muflihun.
Kritikan juga disampaikan warga Bobong, Ari. Ia menyoroti banyaknya jalan berlubang hingga air tergenang di jalan yang ada di Kota Bobong.
Ia berharap bupati memprioritaskan pembangunan dalam kota, namun sampai saat ini jalan dalam kota mulai dari Bobong hingga Wayo hampir semua rusak.
“Sudah begitu baru Bupati tidak pernah pulang di Daerah, sempat Torang (Kami, red) baca berita bahwa Minggu pertama bulan November baru ajukan cuti melahirkan, terus bagaimna dengan 2 bulan lebih ini Bupati tinggalkan daerah ini?,” tutupnya. (sin)










Tinggalkan Balasan