Okebaik- Ketua Tim Hukum pasangan Hj.Fifian Adeningsi Mus dan Hi.M.Saleh Marasabessy (FAM-SAH), Armin Soamole berharap Polres Kepulauan Sula menyelesaikan dugaan kasus pengeroyokan di Desa Kabau, Kecamatan Sulabesi Barat dengan Restorative Justice.
Sebab, dugaan pengroyokan dengan nomor laporan polisi LP/B/161/XI/PMU/SKTT. Res Sula itu, sudah ada perdamaian antara korban yang bernama Hamsa Masuku dan terduga pelaku insial JU, HY dan KM.
Armin mengungkapkan, permintaan ini merujuk pada Peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Perpol) Nomor 8 Tahun 2021 tentang Penanganan Tindak Pidana Berdasarkan Keadilan Restoratif.
“Karena dalam perkara tersebut telah ada kesepakatan damai antara korban dan terduga pelaku pada tanggal 30 Desember 2024, dan korban juga telah mengajukan permohonan pencabutan laporan kepada Kapolres Kepulauan Sula tertanggal 23 Desember 2024, selain itu juga korban telah membuat Surat Pernyataan Pencabutan dan berita acara Perkara tertanggal 31 Desember 2024 dengan mencabut seluruh laporan dan keterangannya,” ungkap Armin Soamole.
Menurut, Armin langkah tersebut sejalan dengan prinsip-prinsip keadilan Restorative Justice yang bertujuan untuk memulihkan hubungan sosial, serta memberikan solusi yang menguntungkan semua pihak tanpa harus melanjutkan proses hukum yang panjang.
“Penyelesaian melalui restorative justice dapat menciptakan suasana kondusif dan harmonis di tengah masyarakat,” jelasnya.
Untuk itu ia berharap Polres Kepulauan Sula dapat menindaklanjuti permohonan pencabutan laporan ini dengan segera menghentikan proses penyidikan sesuai ketentuan dalam Perpol Nomor 8 Tahun 2021 tersebut.
Armin menyebutkan, Perpol Nomor 8 Tahun 2021menyebutkan bahwa penyelesaian perkara pidana melalui restorative justice dapat dilakukan apabila memenuhi kriteria, termasuk kesediaan korban untuk berdamai, pelaku bukan residivis, ada pencabutan laporan polisi, dan tidak bersinggungan dengan munculnya perlukaan berat maupun hilangnya nyawa.
“Ketentuan mengenai Restorative Justice sebagai suatu keadilan bagi masyarakat luas yang bisa dijangkau diluar pengadilan maka kami meminta agar bisa diterapkan pada perkara ini,” jelasnya.
“Kami juga berharap agar Polres Kepulauan Sula dapat mengambil langkah-langkah yang berasaskan keadilan, kemanfaatan, dan kepastian hukum demi menjaga ketertiban umum,” pintanya Armin Soamole mengakhiri. (iss)
Tinggalkan Balasan