Okebaik- Pemkab Kepulauan Sula, Provinsi Maluku Utara (Malut), melaksanakan Sosialisasi dan Pemanfaatan Pangan Lokal di Desa Mangoli, Kecamatan Mangoli Tengah, Senin (04/11/2024).

Dalam giat sosialisasi tersebut, Pemkab juga menyerahkan dua unit mesin parut singkong kepada kelompok perkebunan Basa Nasi dan Kelompok Waiduba

Sekretaris Daerah Kepulauan Sula, Muhlis Suamole dalam sambutannya saat membuka kegiatan sosialisasi menyampaikan, pangan adalah kebutuhan dasar bagi manusia yang harus dipenuhi oleh pemerintah.

“Ketersediaan pangan kita yang cukup belum tentu dapat menjamin terhindarnya penduduk dari masalah pangan dan gizi. Selain ketersediaannya, perlu diperhatikan aspek pola konsumsi rumah tangga atau keseimbangan kontribusi jenis pangan yang dikonsumsi, sehingga memenuhi standar gizi yang dianjurkan,” jelas Muhlis.

Menurut UU Nomor 18 Tahun 2012, kata Muhkid, Pangan merupakan hal yang sangat penting dan strategis bagi keberlangsungan hidup umat manusia. Untuk itu, pangan ditetapkan sebagai bagian dari hak asasi manusia yang penyelenggaraannya wajib dijamin oleh negara. Membangun ketahanan pangan merupakan salah satu prioritas pembangunan nasional.

“Berbagai macam pangan lokal di Indonesia dahulunya adalah makanan pokok didaerah tersebut, contohnya Sagu di wilayah Maluku dan Papua, Jagung di wilayah NTT dan lain-lain. Namun seiring dengan perkembangan peradaban, makanan pokok ini mulai beralih dan kemudian masyarakat mulai bergantung pada pangan pokok beras. Sementara pada kenyataannya dibeberapa daerah beras tersebut bukan merupakan produksi daerah itu namun didatangkan dari daerah lain,” urai Muhlis.

Menurutnya, keberadaan pangan lokal dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan pangan pokok suatu wilayah dan menjadi solusi atas ketergantungan terhadap sumber karbohidrat dari golongan pangan padi-padian.

“Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sula melalui Dinas Ketahanan Pangan secara rutin menyelenggarakan promosi pemanfaatan pangan lokal, sebagai salah satu bentuk kepedulian pemerintah terhadap pengembangan berbagai olahan pangan local di daerah ini. Pada tahun ini, promosi dilaksanakan melalui kegiatan Pelatihan Pemanfaatan Pangan Lokal jenis umbi-umbian untuk mendorong kreativitas dan inovasi masyarakat dalam mengolah pangan lokal yang bernilai komersial,” katanya.

Muhlis berharap, digelarnya pelatihan ini dapat menggali potensi sumber daya pangan Iokal di Kabupaten Kepulauan Sula serta mengembangkan kreatifitas masyarakat dalam mengolah pangan lokal hingga bernilai komersil, dengan begitu dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat.

“Apresiasi yang sebesar-besarnya saya sampaikan kepada Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kepulauan Sula dan saya berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan. Dan Untuk para peserta saya berharap agar dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik,” pungkasnya. (iss)