Okebaik- Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate, Provinsi Maluku Utara (Malut), di bawah kepimpinan M. Tauhid Soleman merespon cepat tuntutan warga Kelurahan Takome, Kecamatan Ternate Barat, terkait dengan pemutusan air di rumah ibadah.
Sekda Kota Ternate, Rizal Marsaoly turun langsung ketika mendengar ada aksi unjuk rasa yang dilakukan warga terkait pemutusan meteran air oleh Perumda Ake Gaale di tiga rumah ibadah di Takome.
Usai mendengar tuntutan warga Takome terkait pemutusan meteran air di tiga musollah dan 1 masjid karena adanya tunggakan, Rizal Marsaoly langsung memerintahkan pihak Dinas Pariwisata dan Perumda Ake Gaale untuk segera dipasang kembali.
“Jadi tuntutan warga Takome sudah kita selesaikan. Artinya sudah kita penuhi tuntuan mereka, air yang ada di tiga rumah ibadah sudah kembali normal,” ungkap Rizal Marsaoly.
RM, sapaan akrab Rizal Marsaoly mengatakan, pemutusan meteran air ini terjadi karena lemahnya koordinasi antara Perumda Ake Gaale dan Dinas Pariwisata.
“Memang ini ada komunikasi yang putus, sehingga ini terjadi. Tapi Alhamdulillah sudah kita selesaikan,” ucap Rizal.
Rizal mengaku, sesuai perintah Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman bahwa kelurahan-kelurahan yang ada di Kecamatan Ternate Barat dan Ternate Pulau, khususnya yang memiliki potensi wisata, ke depan operasional rumah ibadahnya akan digratiskan.
“Pak Wali sudah sampaikan agar dihitung dan dikaji, agar di tahun 2025 nanti meteran air di masjid atau musollah di kelurahan yang ada sumber pariwisatanya itu digratiskan,” kata Rizal.
Menurut Rizal, langkah ini dilakukan karena ada potensi pariwisata yang memberikan sumber PAD bagi Kota Ternate.
“Pemkot Ternate sudah tarik retribusi pawriwisata, masa Pemkot tidak bisa menggratiskan air di masjid, khusunya di kelurahan yang ada potensi pariwisatanya. Kita sementara kaji, insya Allah 2025 bisa jalan,” Rizal Marsaoly.
“Prinsipnya tuntutan warga Takome sudah kita tindaklanjuti,” pungkas Rizal. (kin)










Tinggalkan Balasan