Okebaik- Suasana khidmat menyelimuti Dermaga Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula, saat rombongan Tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 resmi bersandar.
Kegiatan strategis yang diinisiasi oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Maluku Utara bekerja sama dengan TNI Angkatan Laut ini disambut langsung oleh jajaran unsur Forkopimda, termasuk Wakil Bupati Kepulauan Sula, Ir. H. M. Saleh Marasabessy, M.Si.
Ekspedisi tahunan ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan uang Rupiah dalam jumlah yang cukup, pecahan yang sesuai, dan dalam kondisi yang layak edar (clean money policy) di wilayah-wilayah Terdepan, Terluar, dan Terpencil (3T), termasuk di antaranya Pulau Sanana.
Wakil Bupati Kepulauan Sula, M. Saleh Marasabessy, menyampaikan apresiasi yang tinggi dan menyatakan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap pelaksanaan giat ini. Beliau menekankan betapa krusialnya kehadiran uang layak edar bagi stabilitas ekonomi masyarakat di kepulauan.
“Kami atas nama Pemkab Kepulauan Sula sangat menyambut baik dan mengapresiasi langkah nyata Bank Indonesia serta TNI Angkatan Laut melalui Ekspedisi Rupiah Berdaulat ini. Kehadiran uang Rupiah dengan kondisi yang baik di wilayah kepulauan bukan sekadar alat transaksi, melainkan simbol kedaulatan bangsa. Kegiatan ini sangat membantu masyarakat kita di Sanana dalam menggerakkan roda perekonomian lokal secara lebih nyaman dan aman,” ungkpanya.
Menurut, Wakil Bupati pelaksanaan ERB 2026 di Provinsi Maluku Utara juga terjadwalkan berlangsung dari tanggal 19 hingga 25 Mei 2026.
Selain menyasar Pulau Sanana, armada ekspedisi ini juga bergerak menjangkau sejumlah pulau strategis lainnya seperti Pulau Morotai, Pulau Batangdua, Pulau Taliabu, dan Pulau Obi.
“Semoga melalui kolaborasi lintas instansi yang solid ini, diharapkan tantangan geografis dalam distribusi mata uang dapat teratasi, sekaligus memperkuat rasa nasionalisme dan ketahanan ekonomi masyarakat di beranda depan NKRI,” pintanya. (iss)










Tinggalkan Balasan