Okebaik- Sinergi dan Inovasi, mejadi catatan penting Universitas Khairun (Unkhair) menapaki usianya yang ke-62 tahun. Unkhair dituntut mengubah riset dan inovasi menjadi solusi atas persoalan daerah.
Hal ini dasampaikan Rektor Unkhair, Prof. Dr. Abdullah W. Jabid, S.E., M.M, pada Rapat Terbuka Dies Natalis ke-62 Unkhair di Aula Banau, Kampus I Unkhair, Kelurahan Akehuda, Kota Ternate, Sabtu (15/8/2026).
Menurutnya, Diesnatalis ke-62 yang bertajuk “Sinergi dan Inovasi Menuju Universitas Khairun Berdampak untuk Kemajuan Maluku Utara”, tentu menjadi sinyal, bahwa ukuran keberhasilan universitas tidak cukup hanya dilihat dari banyaknya kegiatan dan keluaran akademik, tetapi dari sejauh mana ilmu pengetahuan, penelitian, inovasi, dan seluruh aktivitas Tridharma memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pembangunan Maluku Utara.
Ke depannya, lanjut Prof Abddulah, pengabdian kepada masyarakat harus semakin diarahkan pada pendekatan problem solving dan impact-based community engagement.
“Setiap program harus memiliki masalah yang jelas, baseline, target perubahan, indicator keberhasilan, keberlanjutan, dan bila memungkinkan dapat direplikasi di wilayah kepulauan lainnya,” ucapnya.
“Inilah makna Universitas Khairun yang berdampak: ilmu pengetahuan harus hadir untuk menyelesaikan persoalan masyarakat,” sambungnya.
“Kita ingin penelitian Unkhair tidak berhenti pada laboratorium atau di jurnal, tetapi hadir sebagai pengetahuan, teknologi, inovasi, dan rekomendasi kebijakan yang dimanfaatkan masyarakat dan pemerintah daerah,” lanjut Prof Abddulah.
Orang nomor satu di Unkhair ini juga mengingatkan, agar kerja sama yang dibangun Unkhair tidak berhenti pada penandatanganan nota kesepahaman. Saat ini, Unkhair memiliki 28 mitra, terdiri atas 17 lembaga pemerintah, sembilan industri atau swasta, dan dua perguruan tinggi luar negeri.

“Ukuran keberhasilan kerja sama bukan hanya jumlah MoU atau jumlah mitra. Ukuran keberhasilannya adalah apa yang dihasilkan dari kerja sama tersebut,” katanya.
Menurutnya, kerja sama Unkhair harus bermuara pada hasil nyata, mulai dari peningkatan kompetensi lulusan, riset yang relevan, hilirisasi inovasi, hingga pemberdayaan masyarakat.
Unkhair ke depan harus bergerak dari orientasi pada aktivitas menuju kampus yang mengutamakan mutu, inovasi, kolaborasi, dan dampak.
“Sinergi harus menghasilkan kinerja, inovasi harus menghasilkan solusi, dan seluruh kinerja Universitas Khairun harus menghasilkan dampak,” tutupnya.
Sementara Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate, Dr. Rizal Marsaoly yang juga hadir pada Rapat Terbuka Dies Natalis ke-62 Unkhair itu, menyampaikan apresiasinya kepada Unkhair yang selama ini sudah bersinergi dalam pembangunan Kota Ternate.
“Pentingnya bersinergi membangun Kota Ternate, baik di bidang penelitian dan desiminasi hasil-hasil penelitian dan KKN yang dilakukan Unkhair, tentu memberikan dampak pembangunan di Kota Ternate,” ungkap Rizal.
“Ada kajian-kajian juga, banyak SDM Unkhair yang selama ini sudah banyak ikut mengisi pembangunan di Kota Ternate,” pungkasnya. (ata)










Tinggalkan Balasan