Okebaik- Wajah baru lapangan sepak bola di tiga desa, yaitu Lelilef Waibulan, Lelilef Sawai, dan Gemaf, Kecamatan Weda, Halmahera Tengah, kini semakin ramai dimanfaatkan warga. Revitalisasi yang dilakukan PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) mengubah suasana olahraga sekaligus membangkitkan semangat masyarakat, khususnya para pemuda, untuk beraktivitas di lapangan.
Lapangan Cekel di Lelilef Sawai, Lapangan Delek di Lelilef Waibulan, serta Lapangan Seslewesini di Gemaf kini telah menggunakan rumput sintetis dengan luas rata-rata 6.000–7.000 meter persegi. Fasilitas dilengkapi penerangan di empat sisi lapangan, tribun berkapasitas 500 orang, kamar ganti, toilet, serta sumber listrik sebesar 19.200 watt.
Kondisi tersebut sangat berbeda dari sebelumnya. Dulu, saat musim hujan lapangan becek dan berair; saat musim panas, berdebu sehingga kurang nyaman digunakan. Kini, anak-anak hingga orang dewasa rutin memanfaatkannya setiap hari.
Hasan Safruddin, Ketua Karang Taruna Lelilef Waibulan, menyampaikan rasa syukur atas pembangunan tersebut.
“Kami berterima kasih kepada PT IWIP atas fasilitas lapangan yang telah direvitalisasi. Lapangan ini salah satu yang terbaik di Maluku Utara,” ucapnya.
Menurut Hasan, semangat bermain bola semakin tumbuh. Di desanya terdapat Sekolah Sepak Bola (SSB) Lelilef Bersatu serta sejumlah tim kelompok dewasa yang rutin berlatih setiap sore. Ia berharap fasilitas ini terus dijaga bersama agar dapat bermanfaat dalam jangka panjang.
Apresiasi serupa disampaikan Anton, pemuda Lelilef Sawai.
“Kami ucapkan terima kasih karena PT IWIP membantu merevitalisasi lapangan desa. Setiap sore selalu ramai. Di sini ada tim Putra Cekel, SSB untuk anak-anak, dan Pemuda Lelilef Sawai (PLS),” ungkapnya.
Anton berharap IWIP terus memperhatikan pemeliharaan fasilitas, termasuk penambahan lapisan pendukung agar kenyamanan pemain semakin terjaga.
Revitalisasi ini merupakan wujud kepedulian IWIP terhadap kebutuhan masyarakat. Selain sebagai sarana olahraga, ketiga lapangan itu diharapkan menjadi ruang kebersamaan serta wadah pembibitan potensi atlet sepak bola di tingkat desa. Masyarakat pun diajak turut menjaga dan merawat fasilitas tersebut agar tetap terawat dan bermanfaat. (ren)










Tinggalkan Balasan