“Peningkatan kualitas pendidikan di Kota Ternate, mutu pendidikan, peningkatan kapasitas guru, ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk memajukan pendidikan,” Sekretaris Daerah Kota Ternate, Dr. Rizal Marsaoly.
Okebaik- Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate, Rizal Marsaoly, menyambangi SMP Negeri 3 Ternate dalam agenda Rabu Menyapa, Rabu (09/09/2026).
Kunjungan yang didampingi Sekretaris Dinas Pendidikan, Gazali ini menjadi bagian dari langkah Rizal untuk melihat langsung kondisi sekolah sekaligus mendengar berbagai kebutuhan tenaga pendidik dan peserta didik.
Rizal mengatakan, setelah sebelumnya menyambangi sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), agenda Rabu Menyapa kini mulai diarahkan ke satuan pendidikan.
“Saya akan turun untuk melihat secara langsung kondisi pendidikan di setiap sekolah. Hari ini adalah SMP pertama yang saya sambangi di tingkat sekolah menengah pertama,” kata Rizal.
Ia menyebut, setelah SMP, dirinya juga akan turun ke sejumlah sekolah dasar (SD) di Kota Ternate.
Menurutnya, pendekatan langsung ke sekolah penting untuk memastikan berbagai persoalan pendidikan tidak hanya diketahui melalui laporan, tetapi dapat dilihat dan dibahas secara langsung bersama pihak sekolah dan Dinas Pendidikan.
Rizal yang juga Ketua PGRI Kota Ternate menegaskan, peningkatan kualitas pendidikan, mutu pembelajaran dan kapasitas guru merupakan tanggung jawab bersama.

“Peningkatan kualitas pendidikan di Kota Ternate, mutu pendidikan, peningkatan kapasitas guru, ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk memajukan pendidikan,” ujarnya.
Dorong Fondasi Generasi Emas 2045
Dalam kesempatan tersebut, Rizal mengaitkan pembenahan pendidikan di Kota Ternate dengan target Indonesia menuju Generasi Emas 2045.
Menurutnya, waktu menuju 2045 harus dimanfaatkan untuk membangun fondasi pendidikan yang kuat sejak sekarang.
“Kalau 2045 yang ingin kita jadikan adalah generasi emas, maka apa yang mau diproduksi tahun 2026, 2027, 2028, 2029, 2030 sampai 19 tahun ke depan, fondasinya harus kuat,” tegasnya.
Ia meminta seluruh pihak tidak hanya bermain pada slogan atau target, tetapi memastikan proses pendidikan benar-benar menghasilkan generasi yang berkualitas.
“Jangan main hanya di tagline, jangan hanya slogan-slogan. Bagaimana menyiapkan generasi-generasi yang ada saat ini untuk benar-benar kalau 2045 nanti tercipta produk-produk yang berkualitas,” katanya.
Menurut Rizal, banyak variabel yang menentukan lahirnya generasi berkualitas. Karena itu, dibutuhkan semangat, sinergi, energi dan kolaborasi antara pemerintah, sekolah, guru, orang tua dan peserta didik.
Rapor Pendidikan Jangan Sekadar Administrasi
Rizal juga menyoroti pemanfaatan rapor pendidikan di sekolah.
Ia mengingatkan, rapor pendidikan tidak boleh hanya dipandang sebagai dokumen administratif yang sekadar diunggah. Data tersebut harus dibaca dan dianalisis untuk mengetahui capaian serta kekurangan sekolah.
“Cerita tentang rapor pendidikan, bagaimana kita mengukur berhasil tidaknya capaian pendidikan yang kita lakukan di SMP ini, tidak sekadar rapor itu kita upload saja,” ujarnya.
Menurut dia, setiap indikator harus dikaji untuk mengetahui apakah target pendidikan telah tercapai atau belum.
“Kita harus melihat, mengkaji, membaca, kemudian mendalami kira-kira apa yang telah kita lakukan ini sudah berhasil atau tidak. Indikator-indikator yang menjadi parameter keberhasilan sudah tercapai atau belum,” jelasnya.
Karena itu, ia meminta Dinas Pendidikan Kota Ternate terus mengawal hasil evaluasi tersebut agar dapat diterjemahkan menjadi program nyata di sekolah.
Minta Kebutuhan SMPN 3 Segera Direspons
Dalam kunjungannya, Rizal juga meminta kepala SMP Negeri 3 berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan terkait kebutuhan sekolah yang dinilai mendesak.

Ia berharap dokumen pendukung yang telah dilengkapi dan diunggah dapat segera ditindaklanjuti pemerintah daerah.
“Saya berharap Pak Kepsek nanti berkoordinasi dengan Pak Kadis. Paling tidak apa yang menjadi substansi urgensi dari sekolah ini bisa segera diwujudkan untuk dibangun baru,” katanya.
Rizal menegaskan, peningkatan sarana dan prasarana harus dilakukan secara merata agar tidak terjadi kesenjangan kualitas antar-sekolah.
Ia ingin SMP Negeri 3 mampu bersaing dengan sekolah lain di Kota Ternate.
“Saya berharap untuk peningkatan kualitas mutu pendidikan, SMP 3 tidak kalah bersaing dengan SMP-SMP lain yang ada di Kota Ternate,” tegasnya.
Menurut Rizal, dukungan sarana dan fasilitas pendidikan harus diberikan secara seimbang, baik kepada sekolah yang berada di pusat kota maupun wilayah selatan dan utara.
“Jangan ada gap antara sekolah yang di tengah kota atau di utara dengan yang ada di selatan kota. Keseimbangan dukungan sarana prasarana dan fasilitas pendukung lainnya juga harus menunjang adik-adik dalam menempuh pendidikan,” ujarnya.
Siapkan Program Peningkatan Kapasitas Guru
Ia mengatakan, PGRI Kota Ternate bersama Dinas Pendidikan telah menyiapkan sejumlah program yang diharapkan dapat meningkatkan kompetensi tenaga pendidik.

“Melalui program PGRI, kolaborasi dengan Dinas Pendidikan, saya juga telah menyiapkan beberapa program pendidikan yang disinergikan dengan Dinas Pendidikan dalam rangka peningkatan kapasitas guru di Kota Ternate,” jelasnya.
Ia berharap program tersebut tidak berhenti pada perencanaan, tetapi benar-benar menyentuh kebutuhan guru dalam proses pembelajaran.
Kepada para siswa, Rizal berpesan agar terus belajar dan berani memiliki cita-cita tinggi.
Ia bahkan memotivasi para siswa dengan menyebut tidak menutup kemungkinan dari bangku SMP Negeri 3 akan lahir calon pemimpin Kota Ternate maupun pejabat di tingkat nasional.
“Siapa tahu yang di depan ini bisa jadi Sekda besok, bisa jadi di pusat. Siapa tahu yang di pojok belakang sana bisa jadi wali kota besok-besok,” ujarnya.
Rizal juga mendorong siswa kelas IX melanjutkan pendidikan sesuai minat dan kemampuan, baik ke SMA maupun sekolah kedinasan seperti Akpol, Akmil dan IPDN, serta perguruan tinggi.
“Untuk adik-adik sekalian, tetap semangat, fokus belajar,” pesannya.
Melalui agenda Rabu Menyapa tersebut, Rizal berharap komunikasi antara pemerintah, sekolah dan tenaga pendidik semakin kuat sehingga berbagai persoalan pendidikan dapat segera direspons dan kualitas pendidikan di Kota Ternate terus meningkat. (ata)










Tinggalkan Balasan