“Saya tidak tahu harus ke mana lagi. Sudah lama sekali kami hidup seperti ini. Anak-anak saya terpaksa tidak sekolah karena tidak ada biaya. Bahkan untuk makan sehari-hari pun sering kali susah,” Mirsan Ahmad.

Okebaik- Di tengah keterbatasan ekonomi, keluarga Mirsan Ahmad (48), warga Desa Labuha, RT/RW 09/04, Kecamatan Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), harus menjalani kehidupan dalam kondisi memprihatinkan.

Mirsan Ahmad merupakan seorang janda yang harus membesarkan lima anak seorang diri setelah suaminya meninggal dunia pada 2015.

Kondisi ekonomi yang serba terbatas membuat keluarganya hingga kini masih tinggal di sebuah gubuk berukuran sekitar 3×4 meter yang jauh dari kata layak huni.

Rumah tersebut terbuat dari kayu yang sebagian telah lapuk dengan atap berbahan daun sagu. Kondisi di dalam rumah juga sangat sederhana. Keluarga Mirsan tidak memiliki kamar tidur yang layak dan harus tidur di atas lantai dengan kondisi seadanya.

Keterbatasan fasilitas juga terlihat dari penerangan rumah. Selama ini, keluarga tersebut hanya mendapatkan aliran listrik dari rumah tetangga yang peduli terhadap kondisi mereka.

Kehidupan keluarga Mirsan semakin berat setelah dirinya mengalami kelumpuhan akibat stroke sejak 2023. Kondisi tersebut membuat aktivitasnya semakin terbatas, sementara kebutuhan hidup sehari-hari tetap harus dipenuhi.

Di tengah kondisi tersebut, sejumlah anak Mirsan terpaksa berhenti sekolah karena keterbatasan biaya. Dua anaknya disebut telah putus sekolah, sementara anak bungsunya yang sebelumnya masih duduk di kelas II SMP juga terpaksa berhenti melanjutkan pendidikan karena persoalan biaya.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, keluarga tersebut selama ini mengandalkan pekerjaan serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu. Kondisi itu membuat kebutuhan dasar, termasuk makanan, pendidikan, dan kesehatan, sulit terpenuhi.

Kepada wartawan Okebaik, Mirsan mengungkapkan harapannya agar ada perhatian dari pemerintah maupun pihak lain yang peduli terhadap kondisi keluarganya.

“Saya tidak tahu harus ke mana lagi. Sudah lama sekali kami hidup seperti ini. Anak-anak saya terpaksa tidak sekolah karena tidak ada biaya. Bahkan untuk makan sehari-hari pun sering kali susah,” ujar Mirsan dengan suara terbata-bata.

Mirsan juga mengaku selama ini belum pernah menerima bantuan dari Pemerintah Desa Labuha, baik berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT) maupun bantuan sosial lainnya.

Kondisi tersebut membuat Mirsan dan keluarganya berharap mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan, khususnya Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba.

Bantuan berupa perbaikan rumah, dukungan pendidikan bagi anak-anak, serta akses terhadap pelayanan kesehatan dinilai sangat dibutuhkan agar keluarga tersebut dapat menjalani kehidupan yang lebih layak.

Di tengah keterbatasan yang mereka hadapi, perhatian dan kepedulian pemerintah maupun masyarakat diharapkan dapat menjadi jalan keluar bagi keluarga Mirsan untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik. (iky)