Okebaik- Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate, Rizal Marsaoly, menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan lembaga keagamaan dalam mendorong kemajuan daerah.
Hal itu disampaikan RM saat menghadiri Konferensi Daerah (Konferda) V Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) Daerah Kota Ternate yang digelar di Gereja Imanuel Ternate atau Gereja Ayam, Sabtu (25/04/2026).
Menurut Rizal, Ternate sebagai kota yang majemuk membutuhkan fondasi kuat berupa harmoni dan toleransi yang terus dijaga bersama.
“Harmoni dan toleransi adalah fondasi utama yang harus terus kita rawat bersama dalam kehidupan bermasyarakat,” ungkap Rizal.
Ia menilai, jemaat Gereja Imanuel Ternate bersama keluarga besar Gereja Protestan Maluku telah menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga persaudaraan serta memperkuat nilai kasih di tengah masyarakat.
“GPM telah menjadi mitra pemerintah dalam membangun kehidupan sosial yang damai di Kota Ternate,” katanya.
Rizal menegaskan, sinergi antara pemerintah dan lembaga keagamaan menjadi kunci penting dalam mendukung pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
“Pemerintah Kota Ternate membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya. Membangun kota ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.
Ia optimistis, dengan semangat kebersamaan, Ternate akan terus berkembang menjadi kota yang religius, inklusif, dan berdaya saing.
Lebih lanjut, Rizal menyebut pelaksanaan Konferda V AMGPM sebagai momentum penting untuk melakukan evaluasi program organisasi periode 2020–2025.
Menurutnya, forum tersebut merupakan bentuk akuntabilitas dan transparansi dalam meningkatkan kualitas pelayanan ke depan.
“Saya meyakini konferda ini akan melahirkan kebijakan yang bijaksana, terukur, dan relevan dengan kebutuhan jemaat dan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menyoroti peran strategis AMGPM sebagai wadah pembinaan generasi muda gereja dalam membangun karakter dan kepedulian sosial.
“Pemuda gereja harus menjadi pelopor dalam menjaga persatuan, toleransi, dan kedamaian di tengah masyarakat Kota Ternate yang majemuk,” tambahnya.
Rizal mengajak seluruh peserta konferda untuk menjaga suasana musyawarah yang kondusif serta mengedepankan nilai persaudaraan dalam setiap perbedaan.
“Perbedaan itu wajar, tetapi harus dilandasi semangat toleransi dan persaudaraan agar konferda berjalan lancar,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua AMGPM Daerah Ternate, Keegan Lopulalan, menyampaikan bahwa Konferda menjadi ruang evaluasi sekaligus memperkuat arah pelayanan organisasi ke depan.
Ia mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dalam proses pemilihan kepemimpinan.
“Kepemimpinan dalam gereja bukan tentang kuasa, tetapi tentang pengorbanan dalam pelayanan. Karena itu, mari kita memilih dengan hikmat dan hati yang jernih,” ujarnya.
Keegan juga menekankan bahwa AMGPM harus tetap hadir sebagai wadah kesaksian iman di ruang publik, termasuk dalam membangun relasi dengan pemerintah secara proporsional.
“Relasi dengan pemerintah bukan untuk kepentingan kekuasaan, tetapi sebagai bagian dari kesaksian iman,” tandasnya.
Di kesempatan yang sama, Bendahara Umum Pengurus Besar (PB) AMGPM, Metson Manuputty, berharap Konferda dapat menjadi kompas arah gerak organisasi lima tahun ke depan.
“Kader AMGPM harus terus bertumbuh menjadi pribadi yang handal dalam pelayanan, baik untuk gereja, masyarakat, maupun bangsa,” tutupnya. (ata)










Tinggalkan Balasan