Okebaik- Gelombang laut menghantam dua bangunan rumah/toko (Ruko) di pesisir pantai Desa Wayo, Kecamatan Taliabu Barat, Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara.
Bangunan ruko tersebut sudah tidak lagi dihuni pemiliknya, usai lantai dasar (fondasi) 2 ruko itu ambruk dan longsor pada tahun lalu.
Meski begitu, belum ada langkah serius dari pemerintah daerah setempat guna melakukan antisipasi gelombang laut ke wilayah pesisir pantai sekitar.
Amatan media ini, lebih dari 5 ruko dan rumah warga dilokasi bagian pantai Desa Wayo terancam ambruk. Dikarenakan dampak abrasi akibat gelombang laut yang terjadi belakangan ini.
Malada (54), salah satu warga mengaku, sebelumnya sudah ada pesisir pantai Desa Wayo sudah dibangun tanggul sebanyak 2 kali, namun tak bertahan lama.
“Sudah pernah dibangun tanggul disini dulu 2 kali, tapi ombak hantam tidak lama patah,” kata Malada, Selasa (27/1/2026) di sekitar lokasi.
Sebagai warga yang bermukim disitu, Malada menilai untuk mengantisipasi abrasi ombak tidak cukup hanya membangun tanggul, harus dibarengi dengan pembangunan pemecah ombak.
“Kalau yang bagusnya itu, mereka bangun pemecah ombak dulu, setelah itu baru bangun tanggul supaya kuat. Karena sama saja sudah bangun tanggul tapi tidak tahan lama patah lagi,” ujarnya.
Malada berharap Bupati Pulau Taliabu Sashabila Mus segera membangun pemecah ombak dan tanggul, agar tidak terdampak abrasi yang bisa melebar ke pemukiman.
“Harapan kami sebagai masyarakat, supaya pemerintah daerah mencari solusi itu, supaya tidak abrasi di sini, karena kalau tidak bangun tanggul dan pemecah ombak, bisa-bisa abrasi sampai ke jalan dan rumah warga,” harapnya. (sin)










Tinggalkan Balasan