Okebaik- Keluhan Sherly Tjoanda, istri mendiang Benny Laos terkait pelayanan kesehatan di RSUD Bobong, Kabupaten Pulau Taliabu, Provinsi Maluku Utara, mendapat tanggapan dari Kadis Kesehatan, Kuraisia Marsaoly.

Kepada Okebaik, Kuraisia mengaku pasca ledakan speedboat Bela 72 milik Benny Laos di Pelabuhan Bobong, petugas kesehatan di Taliabu sudah bekerja maksimal.

Meski RSUD Bobong masih berstatus tipe D, namun tidak menghalangi para tenaga medis dalam melakukan pelayanan kepada para korban, termasuk mendiang Benny Laos.

“Rumah sakit Bobong itu statusnya tipe D, meski begitu saat kejadian itu para korban dievakuasi warga kemudian dibawa ke RSUD Bobong. Pelayanan tenaga kesehatan sudah dikerahkan semampunya dan memberikan pelayanan secara maksimal,” ungkap Kuraisia.

Tenaga medis, baik para dokter dan perawat sudah berupaya semaksimal mungkin. Bahkan kerja tidak mengenal waktu, dari siang sampai pagi.

“Sejumlah tenaga medis harus bekerja dari siang hingga pagi, kami sudah menangani mendiang Benny Laos serta isterinya Sherly Tjoanda dan korban lainnya,” kata Kuraisia.

Keluhan Sherly itu disampaikan saat dirinya mengetahui, bahwa suaminya telah meninggal dunia. Adapun ada beberapa keluhan lain, terkait dengan pasien yang datang ke rumah untuk meminta obat dan katanya tidak ada obat.

“Bukan karena tidak ada obat. Melainkan sesuai dengan ketentuan dan waktu pemberian. Kesediaan obat selalu ada. Kami berikan sesuai kebutuhan pasien, tetapi kalau keinginan yang mau lebih dari yang kita punya dengan status rumah sakit masih tipe D Pratama, mohon dimaklumi,” ungkapnya.

Dinkes, lanjutnya, saat ini sudah menjalin kerjasama dengan dua RS rujukan. Di antaranya RSUD Luwuk dan RSUD Sula.

“Kami punya kerjasama di dua RS itu untuk mempermudah rujukan pasien kalau ada yang perlu dirujuk kami bawa ke sana,” pungkasnya. (sin)