Okebaik- Dinas Koperasi dan UMKM Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara,  melakukan pelatihan bersama 35 wirausaha pemula.

Kegiatan dilaksnakan selama dua hari, mulai tanggal 3-4 Oktober 2024 di Hotel Bukit Pelangi Ternate itu, mengusung tema “Peningkatan Pemahaman dan Pengetahuan UMKM, Melalui Kapasitas dan Kompetensi SDM UMKM untuk Membentuk Jiwa Usaha Muda yang Mandiri, Kreatif, dan Inovasi Dalam Persaingan Global”.

Para wirausaha pemula di Ternate ini akan mendapat materi dari lima narasumber, yakni dari Deputi Kewirausahaan Kemenkop UKM, Kemenkumham, Perbankan, dan Diskop dan UMKM Ternate.

Kepala Seksi Fasilitasi Usaha Mikro dan Peningkatan Kewirausahaan, Diskop dan UMKM Kota Ternate, Miniwati mengatakan, pelatihan ini difokuskan pada wirausaha pemula karena ini adalah program peningkatan pengetahuan UMKM serta kapasitas SDM UMKM.

“Kenapa kita lakukan ini? kita ingin pelaku usaha mikro itu paham, terkait apa itu UMKM,” ucap Miniwati.

Pelatihan semacam ini menurut Miniwati, penting dilakukan agar wirausaha atau enterpreneur di Kota Ternate yang selama ini hanya terfokus mengejar keuntungan semata, bisa menjadi lebih kreatif, inovatif, dan dapat mengembangkan usahanya.

Apalagi, untuk menjadi pelaku usaha, kata dia, selain mendapatkan keuntungan juga ada risiko dan kendala-kendala yang akan dihadapi.

“Disinilah tujuan kita mengajarkan mereka terkait apa itu pemahaman tentang UMKM, enterpreneur. Menjadi seorang pebisnis hebat, entrepreneur itu seperti apa, harus berjiwa apa? harus berjiwa bisnis,” jelas dia.

Tidak hanya pelatihan, program ini, kata Miniwati, sekaligus dengan pendampingan dan pembinaan. Itu sebabnya, pelaku usaha bisa menyampaikan apa saja kendala dan kebutuhan usahanya, sehingga Diskop dan UMKM bisa menjadikan itu sebagai informasi untuk perencanaan program tahun berikutnya.

“Gambaran itu menjadi informasi yang masuk pada program untuk tahun berikut, untuk mencari solusi mereka,” ucapnya.

Ia juga menjelaskan, bahwa pihak Perbankan pun sengaja diundang sebagai narasumber dalam pelatihan ini, agar dapat bertemu langsung dengan para wirausaha pemula.

Menurutnya, terkadang ada wirausaha yang takut berhubungan dengan Perbankan atau mungkin tidak memiliki koneksi dengan pihak bank, sehingga tidak dapat mengakses tambahan modal untuk pengembangan usaha.

“Nah mungkin dalam kegiatan ini ada Perbankan mereka bisa bertemu langsung, siapa tahu salah satu di antara mereka ada yang mau mengakses kekuatan modal untuk mengembangkan usahanya,” ujarnya.

Selain itu, ada juga narasumber dari Kemenkumham yang diundang untuk membawakan materi mengenai Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI).

Materi tentang HAKI dinilai penting untuk diketahui pelaku usaha dalam pengembangan bisnisnya. Hal ini terutama untuk melindungi hak merek atau branding dari sebuah produk.

“Ketika mereka sudah mempunyai HAKI otomatis usaha mereka akan berkembang, orang sudah tahu merek mereka,” jelas dia.

Soal merek, lanjut dia, juga sangat penting. Sebab percuma sebuah produk misalnya makanan yang enak tapi tidak memiliki merek akan sulit dikenal konsumen.

“Untuk itu kita utamakan juga branding. Kalaupun produknya enak tanpa branding juga orang lain kan pasti tidak akan mengetahui, dengan branding otomatis dia bisa mengikuti tahapan UMKM yang lebih mandiri lagi. Karena kita menginginkan UMKM itu naik kelas,” jelasnya mengakhiri. (kin)