Okebaik- Komitmen terhadap lingkungan terus ditunjukkan PT Positon. Setelah aksi tanam awal, perusahaan kembali melanjutkan proses perawatan dan penyulaman mangrove di Pantai Kasuari, Desa Wailukum, Halmahera Timur.
Total 1.800 bibit mangrove telah ditanam di area seluas kurang lebih 3.500 meter persegi di pesisir Pantai Kasuari. Kegiatan ini awalnya digagas PT Positon dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia / HLHS 2026.
Tidak berhenti di penanaman, selama 3 bulan berturut-turut PT Positon bersama Karang Taruna Salawako Desa Wailukum terus melakukan monitoring dan penyulaman bibit. Pemantauan pertumbuhan dilakukan secara berkala dan intensif untuk memastikan seluruh tanaman tumbuh optimal.
Bagi PT Positon, pelibatan komunitas lokal menjadi kunci. Keterlibatan Karang Taruna diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran kolektif di tingkat masyarakat bahwa mangrove adalah garda depan ekosistem pesisir yang melindungi pantai dari abrasi dan menjaga habitat biota laut.
Pengurus Karang Taruna Salawako sekaligus relawan monitoring dan penyulaman mangrove, Tarwin Torle menyampaikan, pihaknya secara rutin turun ke lapangan untuk memantau kondisi tanaman dengan dukungan penuh dari PT Positon.
“Setiap laporan monitoring yang kami serahkan selalu direspon dengan pengadaan bibit oleh pihak perusahaan. Jadi bibit yang kondisinya tidak sehat, merana, atau mati bisa langsung kami pantau dan sulam kembali,” ungkap Tarwin.
“Monitoring jalan terus, bibit rusak langsung disulam,” sambungnya.
Menurutnya, sinergi dengan perusahaan membuat program ini tidak hanya jadi seremoni, tapi benar-benar dijaga keberlanjutannya. Aksi konservasi ini menjadi bukti bahwa program lingkungan PT Positon berjalan berkelanjutan.
Bukan hanya menanam, tapi juga memastikan mangrove tumbuh dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat pesisir Wailukum. Dengan terjaganya 3.500 m2 kawasan mangrove baru ini, diharapkan Pantai Kasuari dapat menjadi contoh pengelolaan pesisir berbasis komunitas di Halmahera Timur. (ata)










Tinggalkan Balasan