Okebaik- Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara, melakukan Pelayanan Kesehatan Bergerak (PKB) di Pulau Yoi Desa Umiyal, Kecamatan Pulau Gebe.

PKB ini sebagai wujud perhatian dan kepedulian Pemerintah Daerah yang tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 90 Tahun 2015 tentang penyelenggaraan pelayanan kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan kawasan terpencil dan sangat terpencil.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Halteng, Aidin Abdurahman mengatakan kegiatan PKB ini dilakukan selama dua hari.

“Kami bersama tim dokter spesialis anak dan spesialis penyakit dalam,” katanya.

Menurutnya, pelayanan kesehatan bergerak (PKB) yaitu pelayanan kesehatan yang diselenggarakan oleh tim medis ke lokasi yang terpencil, perbatasan, dan kepulauan yang sulit dijangkau oleh fasilitas kesehatan umum.

“Pelayanan yang dilakukan yaitu cek gula, asam urat, kolesterol, kunjungan rumah, kunjungan sekolah, pemberdayaan masyarakat, sanitasi, promosi kesehatan, PKG, dan rujukan kasus emergensi,” jelasnya.

Ia menyebutkan, total masyarakat yang melakukan pemeriksaan pada saat kegiatan PKB sebanyak 222 orang, baik yang melakukan cek kesehatan dan pemeriksaan penunjang lainnya.

Jumlah rincian kasus ditangani sebagai berikut, jumlah ibu hamil yang dilayani sebanyak 3 orang, ibu nifas 1 orang, balita 6 orang dan pada saat posyandu 22 orang, bayi 4 orang, dan pada saat Posyandu 9 orang, anak sekolah 35 orang, prasekolah 3 orang, remaja 4 orang, lansia 29 orang.

“Jumlah pasien yang di rujuk pada saat PKB : 2 (anak) ,dan 1 (dewasa), kurang gizi 3 orang dan stunting 1 orang,” sebutnya.

Sementara untuk kategori 10 penyakit terbanyak di Desa Umiyal, Hipertensi sebanyak 40 orang, Hiperrurisemia (asam urat) 38 orang, Hipercolesterol ( kolesterol) 34 orang, Dyspepsia 27 orang, RFA + ispa 21 orang, Dermatitis 11 orang, Anemia 11 orang, Diabetes Militus 3 orang, Diare 2 orang, Scabies 1 orang.

Untuk masalah kesehatan lingkungan di Desa Umiyal, dapat digambarkan sebagai berikut, jumlah Penduduk 705 jiwa, rumah 119, rumah yang memiliki jamban 56 rumah, SGL 29.

“Sumber air lainnya Bak Pamsimas kadang berfungsi, kadang Tidak,” ucapnya.

Sedangkan pola hidup sehat dan bersih di Desa Umiyal, lanjut Aidin, untuk PHBS di sekolah itu belum ada tempat cuci tangan yang higienis, sudah ada jamban tapi tidak bersih.

Tidak adanya penerapan 3 M di sekolah untuk pemberantasan jentik nyamuk, masih ada warga sekolah yang merokok dan masih ada siswa yang tidak menjaga kebersihan diri serta kebersihan gigi dan mulut.

Dan untuk PHBS Rumah Tangga, masih banyak anak yang tidak mencuci tangan setelah bermain dan sebelum makan serta tidak mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir.

Kemudian masih banyak kepala keluarga yang menjadi perokok aktif bahkan menjadikan anggota keluarganya sebagai perokok pasif karena kebiasaan merokok yang dilakukan di dalam rumah, masih banyak anak yang tidak menjaga kebersihan diri, masih banyak keluarga yang tidak menjaga kebersihan gigi dan mulut.

“Masih ada rumah tangga yang belum menerapkan gerakan 3 M plus untuk memberantas jentik nyamuk, serta masih ada rumah tangga yang belum memiliki jamban sehat,” tutupnya.

Diketahui, kegiatan PKB dibuka langsung oleh Plt kepala dinas kesehatan Aidin Abduraham, itu turut hadir dalam kegiatan Kabid P2 Ikbal Jafar, Kabid Binkesmas Maimuna Abubakar, pendamping provinsi Riskal Muslim, Sekcam Pulau Gebe, Babinkantibmas, Kades Umiyal dan perangkat desa, Kepala Puskesmas dan staf sesuai program inti 7 orang, dan tim Dinkes Kabupaten sebanyak 25 orang yang dibagi dalam 4 tahap. (ren)