Okebaik- Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Unkhair bekerja sama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Maluku Utara, menggelar kuliah tamu.

Kuliah tamu bertajuk “Strategi Komunikasi untuk Psikoedukasi Kepada Masyarakat Pesisir” itu, menghadirkan seorang praktisi Ulfah Magfirah S.Psi sebagai Penata TK BKKBN Provinsi Maluku Utara.

Kuliah tamu berlangsung di Aula Nuku Gedung Rektorat Kampus II Unkhair Gambesi. Diselenggarakan oleh Program Studi Psikologi, terkhususnya untuk mata kuliah Psikologi Sosial Terapan dengan dosen pengampu Abdul Hamid S.Psi., M.Psi.

Kuliah tamu ini dihadiri oleh Wakil Dekan III Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Apt. Nur Amran S. Farm., M.Si, Kaprodi Psikologi, para dosen Program studi Psikologi, serta mahasiswa program studi psikologi.

Kuliah tamu ini bertujuan untuk memberikan wawasan tentang tantangan dan solusi dalam penerapan komunikasi di daerah pesisir serta meningkatkan pengetahuan mahasiswa mengenai praktik psikologi sosial dalam konteks komunitas yang beragam.

Dalam sambutannya, Wakil Dekan III Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Apt. Nur Amran S. Farm., M.Si mengatakan, tema tamu ini sangat sesuai dan singkron dengan tujuan serta visi-misi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan.

“Ini sangat singkron denan apa yang mejadi visi besar FKIK yang mana itu juga menjadi kebutuhan bagi para dosen untuk beradaptasi dengan tantangan dan menyusun strategi dalam berkomunikasi dengan masyarakat,” singkatnya.

Sementara Ulfah Magfirah, dalam paparannya menjelsakan, hubungan psikologi dengan penyuluhan dan bagaimana prospek psikologi di pemerintahan.

“Dunia kerja tidak hanya ada di rumah sakit jiwa atau rumah sakit, karena psikologi akan selalu ada dimanapun selama manusia itu ada,” ucapnya.

Menurutnya, BKKBN sangat erat kaitanya dengan komunikasi maupun penyuluhan. Apalagi, penyuluhan merupakan kegiatan menyampaikan informasi, pengetahuan, dan berbagai kemampuan kepada individu atau kelompok masyarakat untuk membentuk sikap dan perilaku hidup yang seharusnya dan penyuluhan merupakan bentuk usaha pendidikan non-formal yang harus dilakukan secara sistematis, terencana dan terarah.

“Melakukan penyuluhan untuk masyarakat pesisir, pertama yaitu harus melakukan observasi dengan memahami tentang bagaimana karakter dari masyarakat setempat, gambaran umum wilayahnya seperti apa, calon sasaran yang ingin diberi penyuluhan dan adanya kesesuaian dengan tujuan dari penyuluhan tersebut,” jelasnya.

Pemilihan waktu, lanjutnya, juga sangat penting. Sebab, bereda antara pemilihan waktu untuk masyarakat kota, masyarakat pesisir maupun desa. Kalaupun masyarakat pesisir harus kapan punya waktu yang pas. Kemudian penting juga isi materi harus disesuaikan, baik bahasa maupun istilah-istilah di dalamnya.

“Orang cenderung mau datang mendengar bahkan mengaplikasikan apa yang berkaitan dengan mereka relate dengan kehidupan mereka. Penyuluhan yang paling efektif adalah disesuaikan dengan kondisi setempat dimana bisa juga dikaitan dengan cerita rakyat atau pangelaran yang dapat dikaitkan dengan kebiasaan setempat,” urai Ulfa.

Ulfa pun memberikan tips bagemana memanfaatkan komunitas yang sudah ada dengan cara pendekatan-pendekatan untuk melakukan penyuluhan.

“Seperti komunitas ibu-ibu arisan, komunitas majelis ta’lim dan komunitas lainya, dari pada membentuk komunitas baru sebaikanya melakukan pendekatan pada komunitas yang sudah ada. Di mana kita hanya perlu memegang pengambilan kebijakanya, diberi pelatihan mengenai apa yang ingin kita sugukan, dan berdayakan komunitas itu untuk dapat menyampaikan itu kebawah, itu akan lebih efektif dan efisien dari pada harus membentuk komunitas baru,” tandasnya.  (kin)