Okebaik- Dugaan rekayasa kasus hukum yang melibatkan manajemen perusahaan tambang emas PT. Nusa Halmahera Minerals (NHM) dan oknum aparat kepolisian di wilayah Kabupaten Halmahera Utara (Halut), kini semakin memanas.
Skandal busuk PT. NHM dengan oknum aparat berseragam coklat ini mencuat ke publik pasca penahanan seorang mantan karyawan PT. NHM, Septian Sam. Ia dijebloskan ke Rutan Polres Halmahera Utara atas tuduhan Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) yang dilaporkan terjadi pada kurun waktu 2020–2023 terhadap seorang relawan medis Covid-19.
Namun, fakta mengejutkan perlahan terkuak, setelah terduga korban MT yang merupakan relawan medis penanganan Covid-19 mengaku tidak pernah mengalami kekerasan dan pelecehan seksual.
Pengakuan MT ini terekam dalam rekaman suara. Dalam rekaman itu, terdengar percakapan antara terduga korban MT dan terduga pelaku yang juga eks karyawan PT. NHM, Septian Sam.
Dalam percakapan itu, Septian Sam menanyakan informasi ke MT terkait isu TPKS yang dikabarkan terjadi di Tobelo, Kuabang atau dimana saja.
MT mengaku tidak melakukan komunikasi dengan siapapun karena tidak mengenal siapa-siapa.
“Aneh to, komunikasi dengan orang nya ada, kenal dengan orang nya ada,” ucap MT.
Septian kembali menanyakan selama kepemimpinanya, baik di Tobelo maupun di Kuabang dan rusunawa, apakah ada tindakan yang menurut MT atau rekan-rekan MT sudah di luar batas.
MT lalu mengaku jarang sekali bercerita dengan Septian Sam. Begitu juga dengan rekan-rekannya sesama relawan medis Covid-19, karena MT lebih banyak berada di dalam kamar.
“Kalau menurut Monic ya, dari di rusunawa itu deng kaka tu jarang sekali bercerita, tapi kalau deng teman-teman, Monic nya tau karena lebih banyak di kamar. Begitu juga di Kuabang, jarang no mo baku dapa,” ucapnya.
Septian kembali memastikan ke MT, sebab nama MT muncul sebagai korban TPKS. Sebagai orang yang dituduhkan, Septian hanya ingin memastikan siapa yang membuat kegaduhan ini. Jangan sampai hanya karena perintah, membuat nama baiknya rusak dan hubungan dengan istri dan anak-anaknya ikut rusak.
“Cuma Monic pe nama tacumu ya (muncul) oke. Ini cuman mo pastikan dia pe orang, karena kaka juga ada cari-cari dia pe orang, siapa sebenarnya yang membuat kegaduhan ini tarada. Jangan sampai hanya karena berlatar belakang seruhan (perintah) orang, terus memberikan justisfikasi mo kasih rusak kaka pe pekerjaan hubungan baik dengan keluarga terutama istri dan anak-anak begitu, itu yang kaka ada cari tau sebenarnya siapa?,” tanya Septian.
MT bahkan heran kenapa namanya itu disebut. Pada ia tidak mengatahui apa-apa.
“Kiapa so so bawa-bawa kita pe nama begini? Sedangkan, Maksudnya kitanya tau siapa-siapa so? Siapa yang bawa saya nama bagini,” kata MT.
“Dari rusun to memang lebih banyak di kamar to. Kalau deng teman-teman to karena maksudnya Monic tu lebih sering di kamar, jadi nya tau dang teman-teman di luar,” lanjut MT.
“Jarang sekali karna kita lebih banyak di kamar. Apalagikan kalu masi di rusunawankan masih jaga baku ganti sift deng yang jaga pagi dan jaga malam,” sambung MT.
“Makannya kaka sedikit bingung dengan informasi yang dong (mereka) kasih pe kaka. Kira-kira siapa ataukah kaka pe basedu jaga pegang ngoni pe tangan ngoni anggap, eh Monic mari pegang tangan bagitu sama deng kaka Fai jaga polo pe Eka kiri kanan bagitu, sudah kalau peluk ya tapi kalau cuman pegang tangan Monic mari itu kong ngoni anggap asusila ka bagimna kira-kira dari ngana seperti apa itu?,” kata Septian kepada MT.
Mendapat pertanyaan itu, MT mengaku tidak pernah melihat apa-apa, jadi tidak mengetahui apa jawabannya.
“Kita tra pernah lia itu kong mo jawab apa hehehee?,” kata MT.
Lucunya, MT bahkan kembali bertanya ke Septian Sam, apakah ia harus menghadiri panggilan tim investigasi HRD PT. NHM terkait kasus TPKS. Ia mengaku bingung mau menjawab apa di hdapan tim investigasi HRD PT. NHM karena tidak mengetahui apa-apa.
“Tapi kita ne besok tetap pigi? Nanti kita monjawab apa hehehe?,” tanya MT.
Dari rekaman percakapan ini, MT dengan tegas menyatakan dirinya tidak pernah merasa dilecehkan secara seksual oleh Septian Sam.
Pengakuan krusial ini, tentu langsung merontokkan segela skandal busuk PT. NHM dan Polisi dalam mengkriminalisasi eks karyawan. (red)










Tinggalkan Balasan