Okebaik- Bupati Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara, Ubaid Yakub secara resmi melakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Al-Muhtadin di Desa Wailukum, Kecamatan Kota Maba.
Agenda ini menjadi tanda dimulainya proyek rumah ibadah yang diperkirakan menelan anggaran total sebesar Rp13,8 miliar.
Dalam sambutannya, Bupati Ubaid menekankan pembangunan masjid berskala besar ini merupakan tanggung jawab kolektif. Ia berharap adanya sinergi yang kuat antara masyarakat, pemerintah daerah, dan sektor swasta.
“Pembangunan Masjid Al-Muhtadin adalah tanggung jawab kita semua. Baik masyarakat, pemerintah, maupun pihak swasta harus saling bahu-membahu agar rumah ibadah ini dapat segera rampung,” ujar Ubaid, Jumat (17/4/2026).
Sebagai bentuk komitmen awal, Bupati secara pribadi menyumbangkan 100 sak semen untuk mendukung kelancaran pekerjaan. Ia juga menginstruksikan para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemda Haltim untuk memberikan dukungan nyata sesuai kemampuan masing-masing.
Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada pihak korporasi yang telah menunjukkan kepedulian sejak awal perencanaan, seperti PT Position (satu-satunya perwakilan swasta yang hadir pada acara tersebut), PT NKA dan PT Alngit
Apresiasi senada juga disampaikan Anggota Komisi III DPRD Haltim, Muh. Kandung (Sinen). Ia mempertegas pentingnya peran serta dunia usaha dalam pembangunan infrastruktur sosial di wilayah lingkar tambang dan sekitarnya.
Acara ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat penting, di antaranya Ketua TP PKK Kabupaten Haltim, Asisten, Tenaga Ahli Bupati, dan para Kepala OPD. Pemerintah Kecamatan Kota Maba (diwakili Sekcam), Polsek Kota Maba (diwakili Bhabinkamtibmas), Kepala Desa Maba Sangaji, serta jajaran Tokoh Adat, Tokoh Agama, dan Tokoh Masyarakat setempat.
Menutup rangkaian acara, Pemerintah Daerah bersama Panitia Pembangunan berharap partisipasi seluruh lapisan masyarakat tidak terhenti di seremoni ini saja, mengingat target dana yang dibutuhkan cukup besar demi mewujudkan Masjid Al-Muhtadin sebagai pusat syiar Islam di Desa Wailuku. (red)










Tinggalkan Balasan