Okebaik- Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pulau Taliabu, Kurasiya Marsaoly membuka kegiatan Lintas Sektor Lokakarya Mini yang digelar Puskesmas Lede, Senin (04/08/2025).
Dalam sambutannya, Kurasiya mengatakan, lokakarya mini lintas sektor ini merupakan agenda penting dan strategis. Ini adalah wujud nyata komitmen kita bersama untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Lede, khususnya, dan di Pulau Taliabu secara keseluruhan.
“Kita tahu bahwa permasalahan kesehatan tidak bisa diselesaikan oleh sektor kesehatan saja. Diperlukan sinergi, kolaborasi, dan kerja sama lintas sektor yang kuat untuk mencapai tujuan bersama, yaitu masyarakat yang sehat dan sejahtera,” ungkapnya.
Menurut Kuraisya, Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan primer memiliki peran sentral dalam upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Namun, keberhasilan Puskesmas sangat bergantung pada dukungan dan partisipasi aktif dari berbagai pihak. Mulai dari pemerintah kecamatan, desa, sektor pendidikan, agama, sosial, hingga partisipasi aktif dari masyarakat itu sendiri.
“Saya berharap kita dapat, mengidentifikasi bersama permasalahan kesehatan yang ada di wilayah Puskesmas Lede, mengevaluasi program program kesehatan yang telah berjalan, merencanakan kegiatan inovatif,dan terpadu yang melibatkan seluruh elemen masyarakat dan lintas sektor dan memperkuat komitmen kita untuk bersinergi dalam mewujudkan Desa Sehat di Pulau Taliabu,” urainya.
Kita perlu duduk bersama, berdiskusi secara terbuka, dan mencari solusi terbaik untuk setiap tantangan yang kita hadapi. Mari kita jadikan forum ini sebagai wadah untuk bertukar pikiran, berbagi ide, dan merumuskan langkah-langkah konkrit yang dapat segera kita implementasikan.
“Saya yakin, dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, kita akan mampu menciptakan perubahan yang signifikan dalam upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat kita. Ingatlah, kesehatan adalah investasi berharga bagi pembangunan suatu daerah. Masyarakat yang sehat adalah modal utama untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan,” jelasnya.
Lintas sektor juga di bahas terkait ibu hamil resiko tinggi di wilayah Puskesmas lede Jumlah ibu hamil 79 orang 23 ibu hamil risti sisa 16 orang.
“Saya meminta tegas kepada kepala kepala desa agar komitmen kemitraan antara bidan dan dukun benar benar diterapkan dalam pertolongan partus atau persalinan. Langkah ini sebagai Upaya meminimalisir angka kematian ibu dan anak,” ucap Kuraisya.
Ia juga menyampaikan kabar gembira dan progres penting terkait Universal Health Coverage (UHC) di Pulau Taliabu. Seperti yang kita ketahui, UHC adalah cita-cita kita bersama agar seluruh masyarakat dapat mengakses pelayanan kesehatan yang komprehensif tanpa terbebani biaya
“Alhamdulillah, berkat dukungan penuh dari ibu Bupati dan seluruh jajaran Pemerintah Daerah, serta kerja keras tim di Dinas Kesehatan dan BPJS Kesehatan, progres percepatan pembahasan UHC di Pulau Taliabu menunjukkan hasil yang sangat positif. Kita terus berkoordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait, termasuk dengan BPJS Kesehatan dan kementerian terkait, untuk memastikan bahwa seluruh penduduk Pulau Taliabu dapat terdaftar dan memiliki akses penuh terhadap jaminan kesehatan,” jelasnya.
Meskipun tantangan geografis dan demografis menjadi salah satu perhatian utama, kami berkomitmen penuh untuk mengatasi hambatan tersebut. Berbagai strategi telah kita diskusikan, termasuk bagaimana mekanisme pendaftaran dan pembiayaan bagi masyarakat yang belum terdaftar. Insyaallah, dalam waktu dekat, kita akan segera mengumumkan pencapaian penting ini.
Target kita adalah segera mencapai UHC 100%, agar tidak ada lagi masyarakat Taliabu yang kesulitan mengakses pelayanan kesehatan karena masalah biaya. Ini adalah prioritas utama bagi Pemerintah Daerah dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
“Saya yakin, dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, kita akan mampu menciptakan perubahan yang signifikan dalam upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat kita. Ingatlah, kesehatan adalah investasi berharga bagi pembangunan suatu daerah. Masyarakat yang sehat adalah modal utama untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan,” akhirnya. (sin)










Tinggalkan Balasan