Okebaik- Sejumlah masa aksi yang mengatasnamakan Aliansi Taliabu Bersatu (ATLAS) menggelar aksi unjuk rasa di depan rumah dinas Bupati Pulau Taliabu.
Langkah ini dilakukan, lantaran Bupati Pulau Taliabu, Sashabila Widya L Mus memilih melakukan rapat bersama pimpinan OPD di rumah dinas ketimbang di kantor bupati.
“Bupati saat ini belum berkantor, lagi rapat dengan pimpinan OPD di rumah dinas dan saya sudah kordinasi dengan bupati bahwa ada aksi di depan kantor bupati, tapi belum juga ada tanggapan,” ungkap Kasatpol-PP Pulau Taliabu, Kifli Panggola di hadapan sejumlah masa aksi.
Mendengar itu, masa aksi langsung beramai-ramai mengepung rumah dinas rumah dinas Sashabila Widya L Mus.
“Kami dari pagi orasi di depan kantor bupati. Namun lagi-lagi kami mendapatkan informasi bahwa bupati, setda dan pimpinan OPD bahwa berkantor di rumah dinas,” ungkap salah satu masa aksi, Pinus.
Pinus mengatakan, persoalan di Kabupaten Pulau Taliabu ini sangat banyak, sehingga ia menegaskan jika tidak mempu memberikan solusi, maka pihaknya yang memberikan solusi.
“Bupati pulau Taliabu katanya cerdas, tapi kayanya belum cerdas karena setalah usai pelantikan bupati sudah 60 hari, saya mau ingatkan kalau perbaikan birokrasi masih sangat amburadur. Contoh kepala Dinas PMD jadi tersangka tapi tidak mau diganti, apa alasanya,” cecarnya.
“Permintaan kami, bupati keluar dan menjelaskan soal status lahan RSUD Bobong,” sambungya.
Berdasarkan anggaran yang dikucurkan dari Pemerintah Pusat sekitar Rp173 miliar, anggaran ini adalah anggaran bantuan Presiden untuk 100 hari kerja Prisiden, bukan bantuan atau Program 100 hari kerja ini bantuan Presiden.
“Sesuai kontrak awal pembangunan RSUD harus selesai di Bulan Desember 2025, namun keinginan bupati memindahkan lokasi RSUD hal ini yang kita pertanyakan,” tandasnya. (sin)










Tinggalkan Balasan