Okebaik- Untuk memastikan pemanfaatan dan keberlanjutan bantuan yang diberikan pemerintah kepada kelompok nelayan, maka Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara (Malut), melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) ke Kecamatan Pulau Hiri.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Ternate, Faisal H. Dano Husein kepada Okebaik mengatakan, ada tiga bidang di DKP yang turun langsung untuk memastikan pemanfaatan dan keberlanjutan bantuan kepada kelompok nelayan, yakni Bidang Tangkap, Bidang Budidaya serta Bidang Pemasaran dan Pengolahan Hasil Perikanan (P2HP).
“Jadi tim turun ke Pulau Hiri untuk memastikan bantuan DAK dan DAU itu pemanfaatannya sampai dimana. Selain itu kita juga melihat keberlanjutan bantuan ini bagaimana,” ungkap Faisal H. Dano Husein usai timnya kembali di Hiri, Rabu (30/10/2024)
Faisal bilang, tiga bidang ini, memiliki kaitan erat dengan Kelompok Usaha Bersama (KUB) yang dibentuk warga di Pulau Hiri, sehingga sangat penting dilakukan Monev.
“Ketiga bidang ini melakukan monev untuk memastikan pemanfaatan serta keberlanjutan bantuan DAK dan DAU di tahun 2023 sudah sampai dimana,” ucap Faisal.
Kegiatan monev, lanjut Faisal, ini dilakukan untuk melihat kondisi terkini dari barang bantuan sekaligus meninjau ulang manfaat bantuan dalam hal menunjang perekonomian masyarakat
“Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana kemanfaatan dan keberlanjutan dari bantuan yang diberikan oleh Pemerintah kepada KUB sudah sampai mana,” ungkapnya.
“Sekalian itu kita memberikan motivasi agar para KUB lebih giat, sehingga memberikan dampak dengan meningkatnya kesejahteraan masyarakat,” sambungnya.
Faisal menyebut, ada 8 KUB yang tersebar di Kecamatan Pulau Hiri, yakni Kelurahan Tafraka, Mado, Faudu dan Togolobe. 8 KUB ini mendapatkan berbagai jenis bantuan yang bersumber dari DAK dan DAU 2023.
“Dengan adanya bantuan yang diberikan maka secara tidak langsung meringankan beban kelompok, sekaligus membantu perekonomian kelompok,” akhir Faisal. ***










Tinggalkan Balasan