Sejak pemekeran Kabupaten Halmahera Tengah dari Kota Tidore Kepulauan, kita masuk dan telah melewati periode yang ditandai oleh kekayaan yang makin terpusat di tangan sekelompok elit keluarga, kian melebarnya jurang kaya dan miskin, memburuknya akses terhadap kebutuhan dasar publik.
Akibatnya, jika pada 15 tahun kemarin rezim berganti rezim rakyat masih diberikan sedikit kue ekonomi tanpa representasi politik, maka pada rezim identitas di politisasi, rakyat dikebiri representasi politiknya, sekaligus tak punya akses ke sumberdaya ekonomi. Hasilnya kebebasan politik yang ada tak menyumbang apapun bagi peningkatan kesejahteraan rakyat, sehingga yang muncul adalah apatisme dan aktivitas politik yang reaktif, bahkan menjurus pada pembodohan.
Dalam medan Ekonomi Politik seperti itulah, IMS-ADIL menawarkan ruang untuk bertukar gagasan dan pengalaman politik praktis dalam bingkai besar spirit nilai-niali Fagogoru.
Kami IMS-ADIL Milenial percaya perjuangan melawan politisasi Identitas, pada akhirnya adalah perjuangan politik yang kongkret dari lapisan masyarakat yang mulai sadar, yakni pelajar, buruh, Petani, nelayan dan kalangan miskin perkotaan, untuk membebaskan dirinya dari pembodohan politik praktis.
Karena politisasi identitas sudah pasti melahirkan konflik-konflik bernuansa etnisitas, ras, agama, militerisme, nasionalisme sempit hingga ketidakadilan gender dan seksualitas akibat dominasi patriarki dalam masyarakat.
Dalam kesadaran itulah IMS-ADIL Milenial berupaya melahirkan gagasan-gagasan yang berkontribusi bagi seluruh lapisan rakyat Halmahera Tengah, untuk memahami betul kebutuhan dasar setiap golongan masyarakat.
Dalam proses memproduksi gagasan itu Bang Iki dan Bang Ahlan terbuka pada keragaman prespektif dan pemikiran sejauh tidak mencedrai hak hak lapisan masyarkat yang lain.
Secara singkat Visi/Misi IMS-ADIL adalah sebagai berikut:
-Transformasi Nilai Fagogoru, Mewujudkan Halmahera Tengah Sejahtera, Mandiri Dan Maju-
- Kemiskinan; membangun dari desa untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemisikinan. Sekaligus meningkatkan investasi, lapangan kerja, kewirausahaan, dan UMKM.
- Pendidikan; membangun sumber daya manusia sains dan teknologi, kesetaraan gender, penguatan peran perempuan, pemuda dan penyandang disabilitas
- Kesehatan; meningkatkan infrastruktur dan aksesibilitas. peningkatkan kualitas kesehatan masyarakat
- Lingkungan Hidup; mendorong kemandirian daerah melalui swasembada pangan, air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau dan ekonomi biru.
- Hukum dan Budaya; membangun kehidupan yang harmonis dengan lingkungan, alam dan budaya serta meningkatkan toleransi antar ummat beragama sembari memperkuat reformasi hukum dan birokrasi.
Pada akhirnya, kemenangan rakyat untuk menikmati kebijakan publik yang maksimal menuju kesejahteraan bersama, merupakan tanggungjawab kita bersama. Mari rasional untuk menentukan pilihan di tanggal 27 November, jangan lupa IMS-ADIL nomor urut 3.
Penulis: Rian Zainuddin (Jubir IMS Muda)










Tinggalkan Balasan