Okebaik- Sebuah mobil Pick Up yang mengangkut 11 penumpang, termasuk seorang bayi berusia 4 bulan terbalik di Jalan Lintas Selatan, kawasan Gunung Sampe, Desa Kawalo, Kecamatan Taliabu Barat, Kabupaten Pulau Taliabu, Minggu (07/02/2026).
Kecelakaan terjadi saat kendaraan melaju dari Desa Kawalo menuju Bobong, ibu kota Kabupaten Pulau Taliabu. Saat melintasi tanjakan di lokasi kejadian, mobil bak terbuka itu diduga kehilangan keseimbangan hingga akhirnya terbalik.
Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa naas tersebut. Namun meninggalkan rasa taruam bagi warga. Firdaus Sangaji Warga Desa Kawalo mengaku, sudah 4 kali dirinya mengalami kecelakaan di gunung tersebut. Kata dia, penyebab kecelakaan adalah kerusakan jalan. Menurut dia, jalan itu merupakan akses utama masyarakat baik dari Desa Kawalo dan Woyo maupun masyarakat dari Taliabu Selatan.
“Saya sudah 4 kali kecelakaan di gunung itu, 2 kali dengan mobil termasuk tadi pagi dan 2 kali dengan motor. Untuk masyarakat yang lain juga sudah banyak yang kecelakaan di jalan tersebut,” ujarnya.
Firdaus menyebutkan, jumlah penumpang yang ikut dalam mobil pick up itu sebanyak 11 orang termasuk 1 orang Bayi berusia 4 bulan. Meski begitu tidak ada korban jiwa.
“Penumpang semua selamat termasuk satu bayi juga selamat,” pungkasnya, sembari menambahkan, usai kecalakaan, masyarakat dari Kawalo dan Woyo sedang membantu melakukan evakuasi mobil dan penumpang yang ada.
Insiden terbaliknya Pick Up di Gunung Sampe ini menandakan kegagalan pemerintah daerah Taliabu dalam mewujudkan membangun infrastruktur dan memperbaiki infrastruktur fisik yang rusak seperti jalan dan jembatan.

Padahal di APBD Perubahan 2025 lalu, Pemda telah menganggarkan sekitar Rp.700 juta untuk melakukan perbaikan jalan tersebut. Namun, tidak dilaksanakan oleh dinas PUPR hingga akhir tahun 2025. Bahkan, anggaran tersebut dialihkan ke proyek penyebaran jalan Dusun Fangahu Desa Bobong, Kecamatan Taliabu Barat.
Kecelakaan ini harusnya membuka mata dan telinga Bupati Taliabu, Sashabila Mus. Sebagai orang nomor satu di Pemkab Taliabu, Sashabila harusnya hadir dan merasakan pederitaan yang dialami warga Taliabu.
Sayangnya, bupati termuda ini memilih hidup enak di Jakarta, ketimbang tinggal bersama warga Taliabu. Ia bahkan sudah enam bulan lamanya meninggalkan Kota Bobong dan tinggal di Jakarta.
Terkait Insiden terbaliknya Pick Up di Gunung Sampe itu langsung mendapatkan respon Bupati Sashabila Mus setelah mendapat tag oleh salah satu masyarakat Kawalo. Ia mengaku insiden ini menjadi tamparan keras buat Pemda.
“Kami langsung rapat besok pagi setelah apel, dan menjadi tamparan yang sangat – sangat besar. Mohon maaf, siap diperbaiki,” ujar Bupati Sashabila melalui tag Instagram pribadinya, Minggu (8/2/2025). (sin)










Tinggalkan Balasan