Okebaik- Beredarnya video seorang pasien lanjut usia (Lansia) atas nama Deret Dena diduga tak dapatkan pelayanan pembuatan surat rujukan di Puskesmas Lede, Kecamatan Lede, Kabupaten Pulau Taliabu.
Anak dari Pasien Yakomina Dena mengklarifikasi pemberitaan tersebut. Ia mengaku insiden itu hanya kesalahan komunikasi.
“Saya atas nama keluarga pasien, saya meminta maaf dengan beredarnya video ini. Ini bukan salah Puskesmas Lede, tapi miskomunikasi saja, jadi saya minta maaf,” ungkap Yakomina, putri dari pasien Deret Dena.
Hal senada dengan Kepala Puskesmas Lede, Mukmini La Idu. Ia mengatakan, pasien merupakan warga Desa Mananga yang datang setelah poli umum sudah tutup.
“Pasien datang di rumah, namun saat itu dokter sementara pergi ke Bobong ada urusan di bank. Saya sudah jelaskan di keluarga pasien, kalau terkait rujukan dari Puskesmas di Taliabu itu, tidak ada pilihan rujuk ke Ambon, hanya di Sanana, Kendari dan Banggai,” jelasnya.
Meski begitu, kata Mukmini, keluarga pasien bersih keras tetap harus di rujuk ke Ambon, sehingga dirinya menawarkan untuk dibuatkan pengantar sesuai keingian keluarga pasien ke Ambon.
“Namun saya sudah edukasi juga, kalau seandainya ini tidak bisah dipergunakan maka nanti sampai di Ambon baru pindah Faskes,” ucap Mukmini.
“Sampai kejadian tadi sore, dokter sedang dalam perjalanan dari Bobong tujuan Lede. Saya menyampaikan ke keluarga pasien, kita menunggu dokter tiba baru kita buatkan surat pengantar entah malam atau jam berapa kita tetap kita buatkan yang penting dokter sudah ada di tempat,” sambungnya.
“Puskesmas Lede tidak pernah mengabaikan pasien. Kalau pasien emergency itu 1×24 jam kita layani. Namun kita anggap bukan emergency sehingga pelayanan poli sudah tutup, sehingga kami tidak melakukan pelayanan bukan kita mau abaikan pasien namun kita suruh menunnggu dokter tiba,” pungkasnya. (sin)










Tinggalkan Balasan