Okebaik- Sosok Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate, Dr. Rizal Marsaoly, kian memperkuat posisinya dalam persepsi publik sebagai figur pemimpin masa depan Kota Ternate.
Kehadirannya di berbagai lini kedinasan maupun kemasyarakatan dinilai berhasil membangun kedekatan emosional dan struktural yang kuat di tengah masyarakat lintas generasi.
Berdasarkan data survei yang dirilis oleh Lembaga Survei Ekonomi Politik Malut di awal Oktober 2026 lalu, menunjukkan Rizal Marsaoly menempati posisi teratas, baik dikalangan generasi muda maupun masyarakat umum. Ia menunjukkan performa kepemimpinan yang konsisten di semua kategori usia, mulai dari kalangan senior hingga kelompok pemilih muda (Generasi Z dan Milenial).
”Rizal Marsaoly muncul sebagai figur yang paling diunggulkan, baik di kalangan generasi muda maupun masyarakat luas, bahkan ketika dihadapkan secara langsung dengan penantang terkuatnya,” ungkap Direktur LENSKIP MU, Muh. Indra Asri, Jumat (30/10/2026).
Rekam jejaknya sebagai birokrat yang berpengalaman di bidang perencanaan wilayah dinilai publik menjadi modal utama dalam merumuskan arah masa depan kota yang berkelanjutan, berdaya saing, dan berkeadilan.
Tokoh Inspirasi Generasi Muda, Milenial Hingga Gen Z
Dominasi Rizal di kalangan generasi muda, Milenial hingga Gen Z, tidak lepas dari langkah-langkah konkret yang selalu ia lakukan. Rizal aktif mendorong anak-anak muda Ternate untuk terus berkarya.
Gabungan antara kapabilitas eksekutif yang matang serta kemampuan berkomunikasi secara cair dengan kelompok muda membuat publik menempatkan Rizal Marsaoly sebagai salah satu figur potensial dengan prospek kepemimpinan jangka panjang di Ternate yang mencapai perolehan 40,0%, hampir dua kali lipat dari peringkat kedua yang ditempati Nurnela Syarif 20,0%, Nini Bopeng 13,0%, Abubakar Abdullah 11,0%, Nasri Abubakar 7,0% dan Muhajirin Bailusi 3,0% serta belum menentukan pilihan 6,0%.
Keunggulan sebesar 20 poin persen ini mengindikasikan adanya resonansi yang kuat antara sosok Rizal dengan nilai-nilai dan harapan generasi muda Ternate. Angka yang belum menentukan pilihan pun sangat rendah hanya 6%, menandakan pilihan kaum muda sudah terbentuk dan stabil.
Pilihan Masyarakat Secara Umum
Figur birokrat senior ini kini bukan lagi sekadar menjadi pilihan kalangan tertentu, melainkan telah bertransformasi menjadi favorit pilihan masyarakat secara umum di Kota Ternate. Penerimaan yang sangat tinggi di seluruh lapisan ragam sosial dan wilayah menegaskan bahwa sosoknya dinilai paling siap untuk melanjutkan estafet kepemimpinan daerah.
Dominasi Rizal di hati masyarakat berakar dari rekam jejaknya yang bersih, profesional, dan berpengalaman panjang dalam tata kelola pemerintahan kota. Warga melihatnya sebagai figur yang tidak memberi sekat, melainkan mampu merangkul semua golongan dari hulu hingga ke hilir.
Pendekatan Rizal yang responsif terhadap keluhan publik terkait fasilitas kota, kebersihan, dan pelayanan administratif menjadikannya figur yang dekat di hati rakyat. Karakter kepemimpinannya yang tenang namun solutif dalam menyelesaikan dinamika perkotaan menjadi alasan utama mengapa masyarakat secara umum menjatuhkan pilihan favorit mereka kepadanya.
Ini bisa dilihat ketika lingkup diperluas ke semua kelompok usia, Rizal Marsaoly kembali memimpin dengan 38,0%, diikuti Sahril Abd Razak di posisi kedua 15,0%, lalu diusul Nasri Abubakar 11,0%, Nini Bopeng 7,0%, Nurnela Syarif 6,0%, Muhajirin Bailusi 6,0% dan Abubakar Abdullah 3,0% serta yang belum menentukan pilihan 14,0%.

Simulasi Elektabilitas: Rizal Marsaoly Tembus 50%
Pada bagian yang paling krusial, yakni simulasi pertarungan dua nama, elektabilitas Rizal Marsaoly justru naik:
Simulasi 1: DR. Rizal Marsaoly vs Nasri Abubakar
- Rizal Marsaoly: 52,1% — Nasri Abubakar: 37,9% — Belum menentukan: 10,0%
Kelebihan: +14,2%
Simulasi 2: DR. Rizal Marsaoly vs Sahril Abd Razak
- Rizal Marsaoly: 50,0% — Sahril Abd Razak: 39,0% — Belum menentukan: 11,0%
Kelebihan: +11,0%
Hasil ini menunjukkan dua hal penting, pertama, Rizal Marsaoly menjadi pilihan kedua yang paling dapat diterima oleh pendukung tokoh lain, sehingga elektabilitasnya justru meningkat saat pilihan mengerucut. Kedua, Sahril Abd Razak teridentifikasi sebagai penantang terkuat dengan selisih yang lebih sempit, namun tetap tertinggal 11 poin persen.
Keseimpulan dan Pilihan Strategis
Hasil survei ini mengonfirmasi bahwa keunggulan Rizal Marsaoly bukan sekadar persepsi, melainkan terukur secara statistik. Ada empat pilar utama kekuatan elektoralnya:
– Cerdas dan berpengalaman — gelar doktor menjadi pembeda yang sangat dihargai generasi muda
– Merakyat dan diterima lintas generasi — unggul baik di kalangan muda maupun masyarakat umum
– Daya tahan tinggi — elektabilitas naik, bukan turun, saat dipertandingkan
– Masih ada ruang penguatan — sekitar 10–14% pemilih belum menentukan pilihan dan menjadi kunci kemenangan mutlak
Sementara itu, tim DR. Rizal Marsaoly disarankan untuk mempertahankan basis milenial dan Gen Z sekaligus memperkuat jangkauan ke wilayah basis pendukung tokoh yang lain.
Secara keseluruhan, survei ini melukiskan gambaran yang optimis namun tetap menuntut kewaspadaan. (ata)










Tinggalkan Balasan