“Rempah memberikan karakter pada makanan, sedangkan gastronomi mengangkat bagaimana rempah digunakan, diwariskan, dan dikembangkan menjadi peluang ekonomi berkelanjutan,” Sekretaris Daerah Kota Ternate, Dr. Rizal Marsaoly.
Okebaik- Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate, Rizal Marsaoly memaparkan pentingnya pengembangan potensi rempah, hasil laut, dan pangan tradisional sebagai penggerak ekonomi daerah sekaligus daya tarik pariwisata.
Hal tersebut disampaikan Rizal saat menjadi pemateri dalam Peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) yang dirangkaikan dengan peringatan satu dekade Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (PATPI) Ternate, di Aula Nuku, Universitas Khairun, Gambesi, Ternate, Kamis (22/10/2026).
Dalam forum itu, Rizal membawakan materi bertajuk Ternate Kota Rempah dan Gastronomi. RM sapaan akrab Rizal Marsaoly menegaskan, pengembangan gastronomi perlu menjadi langkah nyata untuk memperkuat identitas daerah sekaligus meningkatkan nilai ekonomi berbagai komoditas pangan lokal.
Menurutnya, city branding Ternate Kota Rempah yang telah memperoleh Sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI) sejak 2022 harus diwujudkan melalui program dan produk konkret, bukan sekadar slogan atau identitas visual.
“Rempah tidak hanya menjadi bagian dari sejarah Ternate. Kekayaan ini harus dikembangkan menjadi identitas daerah, pengalaman kuliner yang khas, serta sumber manfaat ekonomi bagi masyarakat, termasuk petani, nelayan, dan pelaku UMKM,” Rizal Marsaoly.
Rizal memaparkan tiga pilar utama dalam pengembangan gastronomi Ternate. Pertama, rempah-rempah seperti cengkeh, pala, kunyit, jahe, dan lada yang merepresentasikan kekayaan aroma, cita rasa, serta sejarah daerah.

Kedua, potensi hasil laut dan perikanan yang didukung wilayah perairan Ternate seluas lebih dari 5.500 kilometer persegi. Potensi tersebut, kata dia, perlu dioptimalkan melalui diversifikasi produk olahan ikan agar mampu meningkatkan nilai tambah komoditas lokal.
Ketiga, pelestarian pangan tradisional melalui pewarisan resep dan pengetahuan lokal antargenerasi. Upaya tersebut juga perlu disertai inovasi dalam kemasan dan penyajian tanpa menghilangkan keaslian cita rasa dan karakter pangan tradisional.
“Rempah memberikan karakter pada makanan, sedangkan gastronomi mengangkat bagaimana rempah digunakan, diwariskan, dan dikembangkan menjadi peluang ekonomi berkelanjutan,” ujarnya.
Untuk membangun ekosistem pangan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, Rizal menekankan pentingnya kolaborasi melalui pendekatan Hexa-Helix. Pendekatan ini melibatkan pemerintah, akademisi, pelaku bisnis dan UMKM, komunitas, serta mitra pendukung pemasaran dan distribusi produk pangan lokal.
Sebagai Sekda, ia menyatakan kesiapan Pemerintah Kota Ternate untuk mengoordinasikan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait agar program pariwisata, kebudayaan, perdagangan, UMKM, pertanian, perikanan, dan ketahanan pangan dapat berjalan selaras.
Rizal menegaskan, keberhasilan pengembangan gastronomi tidak cukup diukur dari banyaknya kegiatan atau penyelenggaraan acara. Lebih dari itu, keberhasilan harus tercermin dalam peningkatan kualitas produk, perluasan akses pasar, pertumbuhan pendapatan pelaku usaha, serta meningkatnya kebanggaan masyarakat terhadap pangan lokal.
“Program ini harus memberikan hasil nyata, mulai dari kualitas produk yang semakin baik, akses pasar yang semakin luas, hingga peningkatan pendapatan pelaku usaha dan kebanggaan masyarakat terhadap pangan lokal,” ungkapnya.
Ia juga mengajak kalangan akademisi dan perguruan tinggi, khususnya melalui PATPI, untuk terus menghubungkan hasil riset dan inovasi teknologi pangan dengan kebutuhan pelaku usaha serta perkembangan pasar.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha menjadi penting agar potensi pangan lokal tidak hanya dipertahankan sebagai warisan budaya, tetapi juga dikembangkan menjadi produk bernilai tambah dan berdaya saing.
Rizal berharap pengembangan gastronomi dapat menjadi strategi untuk memperkuat identitas Ternate sebagai Kota Rempah sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
“Sejarah rempah merupakan bagian penting dari perjalanan Ternate. Melalui gastronomi, kekayaan tersebut dapat kita kembangkan menjadi peluang untuk mewujudkan masa depan yang lebih sejahtera bagi masyarakat Kota Ternate,” pungkasnya.
Untuk diketahui, dalam kegiatan tersebut Sekda Kota Ternate turut didampingi Kepala Dinas Pertanian Kota Ternate, Faisal Harun Dano Husein. (ata)










Tinggalkan Balasan