Okebaik- Tim peneliti Universitas Khairun (Unkhair) bersama Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Ternate melaksanakan panen larva ikan nila di Balai Benih Ikan (BBI) Gambesi, Kota Ternate, Selasa (21/07/2026).

Panen tersebut menjadi bagian dari penelitian terapan yang bertujuan meningkatkan produksi larva ikan nila melalui pemanfaatan herbal bubuk bawang hutan pada pakan induk

, SE, Kepala Bidang Perikanan Budidaya Heru Pribady, Kepala Balai Benih Ikan Gambesi Trie Mingkili Sukerni, tim DKP Kota Ternate dari Bidang Perikanan Budidaya, staf BBI Gambesi, mahasiswa, serta siswa yang sedang melaksanakan kegiatan magang.

Ketua tim peneliti, Dr. Waode Munaeni menjelaskan, penelitian tersebut didanai oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi melalui skema pendanaan riset terapan. Penelitian telah dimulai sejak Mei 2026 dan dilaksanakan secara langsung di BBI Gambesi.

“Penelitian ini bertujuan meningkatkan produksi larva ikan nila yang unggul di Balai Benih Ikan melalui aplikasi herbal bubuk bawang hutan yang diberikan kepada induk ikan melalui pakan,” ungkapnya.

“Untuk menguji peran dari bubuk bawang sebagai imunitas maternal, sehingga diberikan ke induk dengan harapan dapat meningkatkan imunitas larva. Ini kami amati sampai ke ekpresi gen imunitas di induk dan larvanya,” sambung Munaeni.

Dalam penelitian tersebut, tim menguji tiga dosis bubuk bawang hutan yang berbeda serta satu perlakuan kontrol tanpa penambahan bubuk bawang hutan. Setiap perlakuan diberikan kepada induk ikan nila selama tujuh minggu untuk mengetahui pengaruhnya terhadap kemampuan induk menghasilkan larva.

Hasil sementara menunjukkan bahwa penggunaan bubuk bawang hutan mampu meningkatkan produksi larva ikan nila. Dosis 14 gram per kilogram pakan memberikan hasil terbaik dengan jumlah larva sekitar tiga kali lebih banyak dibandingkan perlakuan kontrol.

Menurut Munaeni, induk yang memperoleh perlakuan dosis terbaik telah mengalami empat kali panen dengan jumlah larva mencapai sekitar 5.400 ekor. Panen yang dilaksanakan pada Selasa tersebut merupakan panen kelima dari perlakuan terbaik.

“Satu perlakuan terbaik sudah empat kali dipanen dengan total larva mencapai 5.400 ekor, dan hari ini memasuki panen kelima. Perlakuan lainnya ada yang telah dua kali dipanen, sedangkan perlakuan dengan dosis paling rendah dan perlakuan kontrol baru dipanen hari ini,” jelasnya.

Penelitian tersebut direncanakan berlanjut pada tahun berikutnya dengan melakukan analisis kelayakan ekonomi. Analisis ini diperlukan untuk mengetahui biaya penerapan, keuntungan yang dapat diperoleh, serta peluang pemanfaatan bubuk bawang hutan dalam kegiatan pembenihan ikan nila pada skala yang lebih luas.

Kepala DKP Kota Ternate, Nandi Naser memberikan apresiasi terhadap hasil penelitian yang dilakukan tim Unkhair. Menurutnya, kerja sama antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah sangat penting untuk meningkatkan produksi perikanan, khususnya produksi benih ikan di BBI Gambesi.

“Kami sangat mengapresiasi hasil riset yang dilakukan tim dari Universitas Khairun untuk meningkatkan produksi ikan, terutama penelitian yang dilaksanakan di Balai Benih Ikan Gambesi. Sebelum panen hari ini saja, total produksi larva telah mencapai sekitar 10.000 ekor. Ini merupakan pencapaian yang sangat luar biasa,” ujarnya.

Ia berharap hasil penelitian tersebut tidak berhenti pada kegiatan penelitian, tetapi dapat diterapkan dalam kegiatan produksi di balai benih dan dikembangkan pada kelompok-kelompok pembudidaya ikan di Kota Ternate.

“Kerja sama seperti ini yang kami harapkan. Hasil penelitian nantinya diharapkan bermanfaat bagi peningkatan produksi di balai maupun kelompok pembudidaya. Kami juga menyambut baik berbagai kegiatan penelitian yang akan dilakukan pada masa mendatang,” tambahnya.

Anggota tim peneliti, Dr. Mufti Abdul Murhum, mengatakan bahwa Unkhair akan terus menjalin kerja sama dengan DKP Kota Ternate, baik dalam bidang penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat. Kerja sama tersebut diharapkan dapat mempercepat penerapan hasil penelitian kepada masyarakat pembudidaya ikan.

“Kami akan terus menjalin kerja sama dengan DKP Kota Ternate, baik melalui kegiatan penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat. Hasil penelitian ini nantinya akan diterapkan kepada kelompok-kelompok pembudidaya sehingga dapat meningkatkan produksi larva yang unggul,” kata Mufti.

Ia menambahkan, larva unggul yang diharapkan bukan hanya mempunyai pertumbuhan yang baik, tetapi juga memiliki daya tahan lebih tinggi terhadap penyakit. Pemanfaatan bahan herbal juga dinilai memiliki keunggulan karena lebih aman dan ramah terhadap lingkungan.

“Kami berharap benih yang dihasilkan tidak hanya tumbuh dengan baik, tetapi juga tahan terhadap penyakit. Penggunaan bahan herbal seperti bubuk bawang hutan juga lebih ramah lingkungan,” jelasnya.

Kepala BBI Gambesi, Trie Mingkili Sukerni, menyampaikan rasa senangnya atas pelaksanaan penelitian dan panen larva ikan nila tersebut. Menurutnya, kegiatan penelitian yang dilaksanakan di balai dapat memberikan pengetahuan, teknologi, dan metode baru untuk mendukung peningkatan produksi benih ikan.

“Kami sangat senang dengan adanya kegiatan seperti ini, terutama karena berkaitan langsung dengan peningkatan produksi ikan di Balai Benih Ikan Gambesi,” ungkapnya.

Hal serupa disampaikan Kepala Bidang Budidaya DKP Kota Ternate, Heru Pribady. Ia menilai kegiatan panen larva tersebut memberikan dampak positif terhadap upaya peningkatan produksi benih ikan di Kota Ternate.

“Kegiatan ini sangat membantu peningkatan produksi ikan. Kami berharap ke depan BBI Gambesi dapat menyediakan dan menyalurkan benih ikan kepada kelompok-kelompok pembudidaya binaan,” katanya.

Keberhasilan panen larva ikan nila ini menunjukkan pentingnya kerja sama antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, balai benih ikan, dan kelompok pembudidaya. Melalui penerapan hasil penelitian yang tepat, produksi benih ikan nila di Kota Ternate diharapkan semakin meningkat, berkualitas, tahan terhadap penyakit, dan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan. (ata)