Okebaik- Sampah yang menumpuk di pusat Kota bobong, Kabupten Pulau Taliabu Penuh menjadi sorotan warga.
Kondisi tersebut tidak hanya merusak pemandangan, tetapi juga menimbulkan bau tidak sedap yang mengganggu aktivitas masyarakat sekitar
Situasi ini juga memicu kekhawatiran akan dampak kesehatan dan lingkungan, mulai dari berkembangnya lalat, hingga potensi penyumbatan saluran drainase ketika musim hujan tiba.
Informasi yang beredar, petugas kebersihan atau pengambil sampah terpaksa menghentikan aktivitas kerja karena gaji mereka di pangkas oleh Dinas Lingkunangan Hidup (DLH) sebagaiman perintah Bupati Sashabila Mus.
Kondisi ini menimbulkan keresahan, tidak hanya bagi para pekerja, tetapi juga bagi masyarakat yang mulai merasakan dampak menumpuknya sampah di sejumlah titik.
Rita warga Bobong mengaku sudah tiga hari sampah di pasar Kota Bobong tidak diangkut.
“Kalau di pasar itu sudah tiga hari belum di angkut, bukan hanya di pasar disemua titik lokasi, seperti di samping penginapan Samalito dan di lapangan bola kaki juga sampah belum diangkut,” ucapnya.
“Kami memang tidak nyaman dengan bau tak sedap itu, tapi mau bagaimana, kami harus belanja kebutuhan dapur,” sambungnya.
Salah satu petugas pengakut sampai yang namanya di publis membenarkan, mereka sudah tiga hari tidak masuk kerja karena gaji mereka di pangkas DLH atas perintah Bupati Sashabila Mus
” Iya, kami sudah tiga hari tidak kerja gegar gaji kami di pangkas sehingga kami kompak mogok kerja dulu menunggu ada kepastian dari DLH baru kami kerja,” ucapnya.
Kepala DLH Kabupaten Pulau Taliabu, Samsul ketika dikonfirmasi Okebaik.id tidak merespon. (sin)










Tinggalkan Balasan