Okebaik- Aktivis Taliabu, Muflihun La Guna menyoroti kinerja Bupati Pulau Taliabu, Sashabila Widya Lufitalia Mus yang dinilai tidak menunjukkan komitmen penuh terhadap tanggung jawabnya sebagai kepala daerah.

Kritik tersebut muncul, setelah beredar kabar bahwa Bupati Taliabu lebih sering berada di Jakarta dibanding menjalankan tugas pemerintahan di wilayah Taliabu.

Menurut Muflihun, kebiasaan Bupati yang jarang berkantor di daerah mencerminkan lemahnya rasa tanggung jawab dan kepemimpinan terhadap masyarakat yang telah memberikan mandat politik kepadanya.

“Bupati seharusnya hadir dan bekerja untuk rakyat Taliabu, bukan menjadikan Jakarta sebagai tempat menetap yang lebih nyaman. Ketidakhadirannya di daerah hanya memperlebar jarak antara pemerintah dan masyarakat,” cecar Muflihun.

Lebih lanjut, Muflihun juga menyoroti buruknya kondisi infrastruktur di wilayah Taliabu Selatan, terutama akses jalan dan transportasi yang hingga kini tidak kunjung mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.

“Sudah lebih dari satu dekade sejak Taliabu dimekarkan, tapi akses jalan di Taliabu Selatan masih seperti dulu—rusak parah dan nyaris tidak tersentuh pembangunan. Ini bukti nyata bahwa janji politik saat kampanye hanyalah omong kosong tanpa realisasi,” tegasnya.

Muflihun menilai bahwa ketidakhadiran Bupati di tengah rakyat berbanding lurus dengan stagnasi pembangunan di daerah. Ia menyerukan agar DPRD Taliabu dan aparat pengawas pemerintahan mengambil langkah evaluatif terhadap kinerja kepala daerah tersebut.

“Kalau pemimpin hanya datang saat kampanye dan menghilang ketika rakyat butuh solusi, maka tidak ada bedanya dengan pengkhianatan terhadap amanah rakyat,” ucap Muflihun dengan nada ketus.

 

Aktivis mahasiswa itu menegaskan bahwa masyarakat, khususnya generasi muda Taliabu, tidak boleh diam melihat situasi ini. Ia menyerukan kesadaran kolektif untuk menuntut perubahan nyata dan kepemimpinan yang benar-benar berpihak pada rakyat di pulau perbatasan itu. (sin)