Okebaik- Kepala Dinas Pekerjaan Umum (Kadis PU) Kabupaten Pulau Taliabu, Ahmad Tahir Tarauntu diduga membohongi warga terkait target penyelesaian infrastruktur daerah.

Pasalnya, Ahmad Tahir menjanjikan tiga proyek fisik akan rampung sebelum peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus lalu. Namun nyatanya, hingga saat ini terpantau masih terbengkalai dan belum bisa digunakan masyarakat.

Kekecewaan ini disampaikan salah satu warga Talibu, Muflihun. Menurutnya, pernyataan Kadis PU diberbagai media beberapa waktu lalu yang menjamin proyek selesai sebelum 17 Agustus hanyalah pemanis belaka untuk menghindari kritik.

“Ini jelas bentuk pembohongan publik. Masyarakat sudah telanjur berharap mobilitas mereka lancar saat momen Agustusan, tapi kenyataannya di lapangan pengerjaan justru jalan di tempat,” cetusnya.

Adapun ketiga proyek yang hingga kini belum rampung tersebut meliputi:

1 Proyek Jalan Bobong- Dufo, dikerjakan oleh PT Tumbu Hidup

2 Jalan Tabona- Loseng di kerjakan Oleh CV Barakat Laha Abadi.

3 pekerjaaan Jalan Dalam Kota Bobong di kerjakan oleh Cv Bilal Sang Petarung.

Berdasarkan pantauan langsung di lokasi proyek pada, aktivitas pekerjaan tidak terlihat

Sebelumnya pada 20 Juli lalu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pulau Taliabu, Ahmad Tahir, optimis proyek jalan dalam Kota Bobong, dapat diselesaikan sebelum peringatan Hari Kemerdekaan RI pada 17 Agustus.

Meskipun demikian, Ahmad Tahir mengaku pelaksanaan proyek mengalami keterlambatan pasokan material bangunan yang didatangkan dari luar daerah.

“Seluruh Proyek Strategis Daerah mengalami kendala keterlambatan material. Semua penyedia mengambil material dari luar daerah. Sementara untuk lapisan pondasi agregat dan aspal pekerjaan jalan, pengirimannya masih terkendala proses pemuatan kapal tongkang,” kata Ahmad Tahir kepada media Senin, 20 Juli 2026 lalu.

Ia menjelaskan, alat berat yang akan digunakan untuk pekerjaan pembongkaran dan pelebaran ruas Jalan Tabona–Sofan–Loseng sebenarnya telah siap. Namun, proses mobilisasi ke lokasi proyek masih menunggu ketersediaan kapal Landing Craft Transport (LCT).

“Mobilisasi alat berat ke lokasi pekerjaan harus menggunakan kapal LCT. Saat ini kami masih menunggu kapal tersebut untuk proses pemuatan,” ujarnya.

Dinas PUPR akan menggelar pertemuan dengan seluruh penyedia jasa untuk menyusun target percepatan pekerjaan begitu material tiba di lokasi proyek. (sin)