“Ini mestinya segera ditanggapi serius oleh Bupati Pulau Taliabu dalam bentuk kerja nyata, bukan digiring pada ranah diskusi yang berujung pada “Janji”, apakah menunggu Nyawa Melayang baru Bupati Kerja?,” Anggota DPRD kabupaten Pulau Taliabu, Wa Ode Nurlina
Okebaik- Terbaliknya sebuah mobil Pick Up yang mengangkut 11 penumpang, termasuk seorang bayi berusia 4 bulan di Jalan Lintas Selatan, kawasan Gunung Sampe, Desa Kawalo, Kecamatan Taliabu Barat, Kabupaten Pulau Taliabu, Minggu (07/02/2026), membuat geram anggota DPRD Kabupaten Pulau Taliabu, Wa Ode Nurlina.
Ia mengritisi lambatnya kinerja Bupati Pulau Taliabu dalam membangun poros jalan Taliabu selatan. Padahal pada APBD Perubahan 2025 lalu, Pemda telah menganggarkan sekitar Rp700 juta untuk melakukan perbaikan jalan tersebut. Namun, tidak dilaksanakan hingga akhir tahun 2025.
Wa Ode bilang, gunung sampe sudah menjadi jalur maut bagi pengendara dari Kecamatan Taliabu Selatan dan Warga perbatasan Kecamatan Taliabu Barat.
“Ini mestinya segera ditanggapi serius oleh Bupati Pulau Taliabu dalam bentuk kerja nyata, bukan digiring pada ranah diskusi yang berujung pada “Janji”, apakah menunggu Nyawa Melayang baru Bupati Kerja?,” cecar politisi PKS ini.
Kata Wa Ode, pihaknya berbicara bukan sebagai wakil rakyat yang terpilih di daerah pemilihan (Dapil) I Kabupaten Pulau Taliabu, namun sebagai perempuan, sebagai ibu yang merisaukan anaknya harus bertaruh nyawa setiap melintasi gunung sampe.
“Saya bicara ini bukan sebagai wakil rakyat dari dapil 1, tetapi sebagai perempuan, sebagai ibu yang tidak tega melihat warga saya “ibu -ibu” yang mau ke pasar, anak – anak sekolah harus bertaruh nyawa setiap kali melewati Gunung Sampe. Kondisi jalan disana sangat memmprihatinkan,” ungkapnya.
Kikan sapaan akrab Wa Ode Nirlina juga mengingatkan Bupati bahwa rakyat Pulau Taliabu membayar pajak bukan untuk menonton pejabat yang duduk manis di mobil mewah, sementara rakyatnya beradu dengan jalan berlobang, berlumpur dan berdebu.
“Ibu bupati, saya kasih tau ya, rakyat Taliabu bayar pajak bukan untuk nonton pejabat duduk manis di mobil mewah. sementara rakyat ibu harus baku hantam dengan lubang atau lumpur di gunung sampe. dimana hati nurani pemerintah?,” kesalnya.
Kikan mendesak pemerintah daerah segera menerjukan alat berat ke gunung sampe dan melakukan perbaikan jalan.
“Jangan kasih saya alasan prosedur, jangan alasan anggaran, karena kalau anggaran untuk perjalan dinas ibu bupati maupun pemda bisa cepat cair, kenapa untuk nyawa rakyat haru berbelit-belit,” geramnya.
Wa Ode juga mengultimatum Bupati Pulau Taliabu agar tidak berbicara tentang kemajuan Kabupaten Pulau Taliabu jika gunung sampe saja tidak bisa diurus Bupati Pulau Taliabu
“Kalau Gunung sampe saja tidak bisa diurus, jangan bicara tentang kemajuan Taliabu. Ibu bupati, tolong kembali ke daerah dan lihat sendiri jangan hanya duduk manis berbalut loby-loby di Kementrian dengan berbulan-bulan sementara rakyat ibu tersiksa di jalan yang berlobang dan berlumpur sementara ibu bupati senang berjalan-jalan di ibu kota,” tandasnya. (***)









Tinggalkan Balasan