Okebaik- Memperingati hari Pramuka ke-64 sekaligus menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 RI, maka Kwarcab Kepulauan Sula menggelar perekmahan
Kegiatan perkemahan ini diikuti 544 peserta, yang terdiri dari 26 sekolah baik dari SMP, MTs dan SMA, MA serta SMK se-Kepulauan Sula yang berlokasi di SMP N 2 Sanana, Desa Waihama, Kecamatan Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula, Senin (11/08/2025).
Ketua Kwarcab Kepulauan Sula, Ahkam Gajali mengatakan, Pramuka bukan sekedar baris-berbaris atau berkemah, tapi Pramuka adalah bagian dari proses pembentukan diri kita agar tumbuh menjadi manusia yang tanggu dan berakhlak mulia.
Sebab dalam Pramuka, diajarkan untuk jujur dan peduli sesama, mencintai alam sebagai perbedaan dan siap membantu kapanpun dibutuhkan. Nilai-nilai ini tercermin dalam try Satya dan dasa dharma yang bukan untuk hanya dihafal, akan tetapi untuk di amalkan dalam kehidupan sehari-hari baik di rumah, sekolah maupun di lingkungan sekolah.
“Gerakan Pramuka juga memberi ruang bagi adik-adik untuk belajar dengan cara menyenangkan, aktif dan bermakna, melalui giat lomba maupun bakti sosial, keterampilan, permainnan eduktif serta petualangan di alam terbuka. Kalian tidak hanya belajar teori tapi juga langsung mempraktek nilai-nilai kebersamaan,” jelasnya.

Menurut Ahkam Gajali, peringatan HUT Pramuka bukan hanya ajak seremonial, melainkan juga menjadi momen penyegaran semangat keparamuakan kita semua. Mulai dari rangkaian giat yang akan dilaksanakan hari ini dan ke depan.
Untuk itu, saya mengajak semua peserta ikut berpartisipasi dengan penuh semangat, menjaga sportifitas. Hari ini tentu istimewa bagi seluruh anggota gerakan Pramuka Indonesia, terkhususnya Kepulauan Sula
“Karena hari ini, adik-adik mengikuti pembukaan perkemahan HUT Pramuka yang jatu pada tanggal 14 Agustus ini menjadi momentum penting untuk mengencangkan kembali sejarah lahirnya Pramuka sebagai bagian dari pendidikan karakter bangsa,” ucapnya.
Lebih dari enem dekade yang lalu, kata Ahkam, gerakan Pramuka dibantu dengan harapan menjadi wadah pembinaan bagi generasi mudah agar menjadi agar menjadi pribadi yang mandiri, disiplin, bertanggujawab serta memiliki jiwa kepemimpinan dan semangat gotong royong.
“Dan harus menjunjung tinggi nilai persaudaraan dan yang paling penting mengamil pelajaran dari setia proses yang kita proses bersama,” akhirnya. (iss)










Tinggalkan Balasan