Okebaik- Sultan Ternate ke-49, Hidayatullah Mudaffar Sjah menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate, Dr. Rizal Marsaoly atas dukungan dan sinergi yang terjalin erat dalam pelestarian adat, budaya, serta kegiatan kemasyarakatan di wilayah Kesultanan Ternate.

Ucapan tersebut disampaikan Sultan dalam rangkaian kegiatan sinergi antara Pemerintah Kota Ternate dan Kesultanan Ternate, termasuk yang terbaru pada peresmian Gedung Sekretariat dan Studio Radio Generasi Muda Sultan Babullah (Gemusba) di Pendopo Bala Kesultanan Ternate, Sabtu (17/10/2026).

Dikesampatan itu juga, Sultan Ternate berharap segala niat baik yang selama ini ingin dibangun Rizal Marsaoly untuk Kota Ternate dapat terwujud.

“Semoga hal-hal baik yang diinginkan Pak Sekda ke depannya dapat terwujud,” ucap Sultan yang juga Anggota DPD RI ini.

Sultan ke-49 ini juga mengingatkan pengelola Radio Generasi Muda Sultan Babullah (Gemusba) agar mengutamakan siaran edukasi kebudayaan serta menghindari penyebaran informasi yang menyangkut persoalan pribadi dan tidak dapat dibuktikan kebenarannya.

Ia menegaskan, Radio Gemusba harus memiliki karakter yang kuat dengan menjadikan adat istiadat dan kebudayaan sebagai landasan utama dalam menjalankan aktivitas penyiaran.

Menurutnya, pengelola radio perlu memahami tujuan awal pembentukan Gemusba sebagai wadah generasi muda yang memiliki tanggung jawab menjaga dan melestarikan warisan budaya Kesultanan Ternate.

Ia mengingatkan agar radio tidak digunakan untuk mengangkat persoalan pribadi seseorang, terlebih jika informasi yang disampaikan hanya berdasarkan dugaan dan tidak dapat dibuktikan kebenarannya.

Sebaliknya, materi siaran harus diarahkan pada pembahasan kebudayaan yang memberikan pengetahuan dan manfaat bagi masyarakat.

Ia menjelaskan, pendekatan kebudayaan tidak terbatas pada adat istiadat dan tradisi, tetapi juga dapat digunakan untuk membahas berbagai aspek kehidupan, termasuk politik, hukum, ekonomi, hingga aktivitas masyarakat dalam mencari penghidupan.

Dengan demikian, Radio Gemusba dapat menjadi media yang memperluas pemahaman masyarakat tentang kebudayaan dalam kehidupan sehari-hari.

Meski menekankan edukasi budaya, Sultan menegaskan bahwa sikap kritis tetap diperlukan dalam penyiaran. Namun, kritik harus disampaikan secara konstruktif dan progresif serta disertai gagasan maupun solusi yang membangun.

“Kritis itu tetap harus dikedepankan. Namun, kritik yang konstruktif dan progresif, memiliki usulan-usulan yang betul-betul progresif. Jangan mengkritik, tetapi tidak ada masukan-masukan yang bagus,” ujarnya.

Ia berharap pengelola Radio Gemusba mampu menghadirkan program yang tidak hanya mengangkat persoalan, tetapi juga menawarkan pemikiran dan solusi untuk kepentingan masyarakat.

Sultan mengingatkan, Gemusba memiliki keterkaitan erat dengan sejarah dan kebudayaan Kesultanan Ternate. Karena itu, generasi muda yang terlibat dalam organisasi tersebut harus memiliki kemauan untuk mempelajari dan menggali nilai-nilai adat yang diwariskan para pendahulu.

Menurutnya, pelestarian budaya membutuhkan kepedulian dan pemahaman yang mendalam agar nilai-nilai tersebut tidak berhenti sebagai pengetahuan sejarah, tetapi tetap hidup dan diterapkan dalam kehidupan masyarakat.

Radio Gemusba, kata dia, memiliki peluang untuk mengambil peran tersebut melalui program siaran yang memperkenalkan adat istiadat, sejarah Kesultanan Ternate, serta nilai-nilai kebudayaan kepada generasi muda.

Ia berharap keberadaan gedung sekretariat dan studio radio dapat menjadi sarana bagi generasi muda untuk mengembangkan pengetahuan, memperkuat identitas budaya, dan melanjutkan semangat pengabdian kepada masyarakat.

“Saya berharap fasilitas tersebut dikelola dengan baik dan benar-benar dimanfaatkan untuk mendukung pelestarian adat, sejarah, serta kebudayaan Ternate,” pungkasnya. (red)