Okebaik- Krisis kebakaran lahan dan hutan yang melanda wilayah Kabupaten Pulau Taliabu, Provinsi Maluku Utara, kian memprihatinkan. Hingga hari ini, kobaran api terus meluas dan melahap puluhan hektar lahan warga serta kawasan hutan lindung.
Harapan masyarakat Kabupaten Pulau Taliabu untuk mendapatkan bantuan pemadaman udara sirna.
Janji Pemerintah Daerah (Pemda) Pulau Taliabu yang menyatakan bahwa bantuan helikopter water bombing akan segera tiba untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terbukti hanya janji palsu.
Hingga saat ini, armada udara yang dinanti-nantikan tersebut tak kunjung datang, sementara kobaran api kian meluas dan membakar perkebunan warga. Berhari-hari pasca-pernyataan tersebut, langit Taliabu tetap sepi dari tanda-tanda bantuan udara.
Akibat ketiadaan penanganan yang cepat dan masif, titik api kini terus bertambah. Embusan angin kencang dan kondisi lahan yang kering membuat kebakaran semakin tidak terkendali. Asap tebal mulai menyelimuti beberapa desa, mengancam kesehatan warga, khususnya anak-anak dan lansia yang mulai mengeluhkan sesak napas.
“Kami sudah mendengar informasi bahwa Pemda akan mendatangkan helikopter untuk water bombing sejak beberapa hari lalu. Tapi sampai sekarang, saat asap sudah semakin tebal, helikopter itu tidak pernah muncul. Ini jelas janji palsu,” kesal La Adi (42), salah satu warga terdampak dengan nada kecewa.
“Kami hanya meminta keseriusan, kecepatan, dan tindakan nyata. Jika bantuan memang sudah disetujui, sampaikan kepastian waktunya, jangan sampai ini hanya menjadi sekadar penenang di tengah kepanikan warga,” cecarnya.
Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Pulau Taliabu, Dr. Yosar Kardiat dengan optimis memastikan kehadiran bantuan Helikopter usai berkoordinasi dengan Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Maluku Utara, Senin (12/10/2026) lalu.
Yosar Kardiat menyampaikan saat ini BNPB sedang melakukan pengecekan rute penerbangan serta menentukan bandara terdekat yang memungkinkan untuk mendukung kesiapan operasional helikopter pemadaman api
Guna menunjang efisiensi operasi pemadaman udara, pemerintah daerah telah mengusulkan beberapa opsi pendaratan di sekitar wilayah Pulau Taliabu.
“‘Alhamdulillah, permintaan bantuan helikopter telah disetujui. Saya telah mengarahkan agar dikaji dan dipersiapkan rute penerbangan melalui bandara perintis yang paling dekat, yakni Bandara Banggai Laut dan Bandara Luwuk, dengan pertimbangan aspek teknis, jarak, keselamatan penerbangan, serta kesiapan operasional,’ ujar Sekda Yosar. (sin)










Tinggalkan Balasan