Okebaik- Bupati Pulau Taliabu, Sashabila Mus nampaknya tidak mengindahkan surat edaran Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian terkait larangan kepala daerah bepergian ke luar negeri atau keluar daerah saat libur lebaran idul fitri 1447 H.
Orang nomor satu di lingkup Pemda Pulau Taliabu ini diketahui meninggalkan Kota Bobong, ibu kota Kabupaten Pulau Taliabu, sesaat setelah melaksanakan Sholat Idul Fitri 1447 H, Sabtu (21/03/2026).
(Plt) Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Sekretariat Daerah Kabupaten Pulau Taliabu, Adimas Anshar Pamungkas, S.STP,P saat dikonfirmasi membenarkan bahwa Bupati Sashabila Mus sudah berangkat ke Jakarta usai sholat idul fitri.
“Iya benar, ibu bupati sudah berangkat ke Jakarta,” singkatnya.
Tindakan Sashabila ini tidak mempedulikan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) yang melarang kepala daerah bepergian ke luar negeri atau keluar daerah saat libur lebaran.
Sebelumnya Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian menginstruksikan seluruh kepala daerah dan wakil kepala daerah untuk tetap berada dan siaga di daerah masing-masing selama periode satu minggu sebelum hingga satu minggu setelah hari raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan kelancaran penyelenggaraan pemerintahan daerah selama periode libur Lebaran. Instruksi tersebut disampaikan melalui Surat Edaran (SE) Menteri Dalam Negeri No. 000.2.3/1171/SJ tanggal 8 Maret 2026 tentang Penundaan Perjalanan ke Luar Negeri selama libur Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
SE ditujukan kepada seluruh gubernur serta bupati dan wali kota. Dalam SE tersebut, kepala daerah dan wakil kepala daerah diminta menunda perjalanan luar negeri mulai 14 hingga 28 Maret 2026.
“Terkecuali kegiatan yang bersifat sangat esensial yang pelaksanaannya merupakan arahan Presiden atau untuk keperluan pengobatan,” jelasnya dalam keterangan di Jakarta, Minggu (8/3/2026).
Mendagri menjelaskan, kebijakan ini diambil untuk memastikan pemerintah daerah tetap fokus menjalankan sejumlah agenda strategis menjelang dan selama periode libur lebaran.
Beberapa langkah strategis yang diminta kepada kepala daerah antara lain, pertama, mengantisipasi potensi peningkatan risiko keamanan dan keselamatan selama libur Idulfitri serta memperkuat koordinasi dengan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Kedua, meningkatkan kesiapsiagaan dalam mendukung kelancaran arus mudik Lebaran. Ketiga, melakukan pemantauan dan pengendalian inflasi daerah. Keempat, memastikan kesiapan penyelenggaraan kegiatan perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Mendagri menegaskan, kebijakan ini bertujuan memastikan kepala daerah tetap berada di wilayahnya masing-masing sehingga dapat merespons secara cepat berbagai kebutuhan masyarakat selama momentum Lebaran.
“Terhadap rekomendasi Perjalanan Dinas Luar Negeri (PDLN) atau izin ke luar negeri dengan alasan penting yang telah diterbitkan untuk tanggal keberangkatan dimaksud agar dilakukan pembatalan atau penundaan/penjadwalan ulang agenda kegiatan,” terangnya.
Surat edaran tersebut juga ditembuskan kepada Presiden Republik Indonesia, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Menteri Sekretaris Negara, Menteri Luar Negeri, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, serta Sekretaris Kabinet. (sin)










Tinggalkan Balasan