Okebaik- Bupati Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara (Malut), Ikram M. Sangadji didampingi Sekretaris Daerah Bahri Sudirman menghadiri diskusi bersama delegasi produsen otomotif Eropa dalam rangka kunjungan lapangan Program Nickel Impact Program Indonesia (NIPI).
Kegiatan tersebut berlangsung di ruang rapat Kantor Bupati Halmahera Tengah itu, dihadiri perwakilan dari sejumlah perusahaan otomotif terkemuka Eropa, antara lain Mercedes-Benz, BMW, dan Volkswagen. Kehadiran mereka bertujuan untuk melihat langsung implementasi program serta berdiskusi terkait dampak sosial dan lingkungan di wilayah industri nikel, khususnya di kawasan Teluk Weda.
Program NIPI sendiri digawangi oleh Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) dan dikoordinasikan bersama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Program ini telah beroperasi sejak 28 Oktober 2025 dan difokuskan untuk membantu masyarakat di 10 desa sekitar wilayah tambang dan industri pengolahan nikel PT IWP.
Dalam diskusi tersebut, kedua pihak membahas secara mendalam kondisi sosial masyarakat serta tantangan lingkungan yang dihadapi di sekitar kawasan industri. Isu utama yang menjadi perhatian meliputi kesehatan masyarakat, peningkatan akses air bersih, serta perlindungan ekosistem pesisir di Teluk Weda.
Bupati Halmahera Tengah Ikram M. Sangadji, dalam kesempatan tersebut menyampaikan komitmen Pemerintah Daerah untuk mendukung pembangunan industri yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.
“Kami menyambut baik kehadiran delegasi dan kolaborasi melalui Program NIPI ini. Pemerintah Daerah berkomitmen memastikan bahwa aktivitas industri berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kesehatan warga, akses air bersih, serta kelestarian ekosistem Teluk Weda menjadi prioritas bersama,” ujar Bupati.
Sekretaris Daerah Bahri Sudirman menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan mitra internasional sangat penting dalam menciptakan tata kelola pertambangan yang bertanggung jawab dan transparan.
Melalui pertemuan ini, diharapkan tersusun agenda kerja lanjutan yang lebih ramah lingkungan serta memperkuat pengawasan dan pendampingan bagi desa-desa terdampak. Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah menegaskan bahwa investasi dan pembangunan daerah harus selaras dengan prinsip keberlanjutan demi generasi masa depan. (ren)










Tinggalkan Balasan