Okebaik- Sebanyak Delapan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara (Malut), melakukan studi magang di Desa Ponggok, Jawa Tengah.

Delapan BUMDes itu, yakni BUMDes Wedana, BUMDes Loleo, BUMDes Woebulan, BUMDes Woekob, BUMDes Sagea, BUMDes Umiyal, BUMDes Umera, dan BUMDes Sibenpopo.

Pemilihan Desa Ponggok sebagai lokasi studi magang, lantaran desa ini memiliki potensi alam, berup potensi air yang sangat melimpah, sehingga dimanfaatkan oleh Kades Junaidi Mulyono untuk wisata dengan pendapatan pertahun kurang lebih 14 miliar.

Kepala Bidang PPMD Dinas PMD Halmahera Tengah, Subhan Somola mengatakan, Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah melalui Dinas PMD, mengirimkan sebanyak delapa BUMDes yang aktif dalam pengelolaan usaha untuk mengikuti studi magang selama 5 hari di Jawa Tengah.

“Mereka akan belajar langsung di Bumdes Tirta Mandiri Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah,” katanya.

Studi magang yang ia  pimpin itu, selain diikuti kedelapan BUMDes juga ada pendamping P3MD Kabupaten, dan 4 pendamping dari Dinas PMD.

“Dua desa batal mengirim utusan, yakni BUMDes Moreala dan BUMDes Wairoro Indah,” ucapnya.

Kunjungan ke Desa Ponggok, katanya, selain melihat langsung kegiatan usaha di Bumdes Tirta Mandiri, akan ada juga penerimaan materi selama dua hari  yang disampaikan Divisi Study Desa Bumdes Tirta Mandiri Ponggok.

“Tidak hanya dari kita (BUMDes Halmahera Tengah), ternyata ada juga rombongan dari Kepulauan Riau dan Konawe Selatan,” ungkapnya.

“Kegiatan yang dilakukan selama 5 hari ini semoga dapat dimanfaatkan oleh peserta dan pendamping dari Dinas PMD kabupaten untuk memberikan hal terbaik yang didapat disini untuk desanya setelah kembali nanti,” harap Subhan. (ren)

Oke Baik
Editor